THE ROLE OF MODERNIZING ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION AND CHARACTER BUILDING IN FACING THE CHALLENGES OF JUVENILE DELINQUENCY IN THE DIGITAL ERA
DOI:
https://doi.org/10.31102/alulum.12.1.2025.73-83Kata Kunci:
pendidikan agama, pendidikan karakter, kenakalan remaja, modernisasiAbstrak
Pendidikan agama yang terintegrasi dengan pendidikan karakter merupakan solusi strategis dalam menghadapi dampak negatif modernisasi, terutama di kalangan remaja yang rentan terhadap perubahan nilai dan perilaku. Modernisasi membawa berbagai tantangan, seperti meningkatnya pengaruh media digital dan lemahnya kontrol sosial, yang dapat menyebabkan perilaku menyimpang dan penurunan nilai-nilai moral remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran pendidikan agama dan karakter dalam membentuk perilaku moral remaja dan menekan kenakalan remaja di tengah modernisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik studi pustaka, yaitu mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai jurnal, buku, dan artikel ilmiah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan agama yang terintegrasi dengan pendidikan karakter efektif dalam memperkuat moralitas remaja. Integrasi ini berhasil membentuk ketahanan remaja terhadap pengaruh negatif, meningkatkan kemampuan refleksi moral, dan memperkuat identitas mereka dalam menghadapi tekanan sosial. Penerapan pendidikan agama dan karakter terpadu juga telah terbukti meminimalkan risiko kenakalan remaja dengan menanamkan nilai-nilai positif dan keterampilan pengendalian diri yang lebih baik. Implikasi dari penelitian ini adalah penelitian ini menekankan bahwa modernisasi pendidikan agama Islam berperan penting dalam membentuk karakter remaja, mencegah kenakalan, dan menghadapi tantangan moral di era digital.
Unduhan
Referensi
[2] Rina Hasanah, “Pengaruh Media Sosial terhadap Kenakalan Remaja,” J. Sos. dan Budaya, vol. 9, no. 1, pp. 237–245, 2012.
[3] Dian Anggraini Lestari & Budi Nugraha, “Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Menangani Kenakalan Remaj,” J. Pendidik. Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Reli. Akuntabel), vol. 1, no. 1, pp. 45–58, 2018.
[4] Faisal Surya, “Implementasi Pendidikan Karakter dalam Konteks Pendidikan Agama di Sekolah Menengah,” J. Pendidik. dan Kebud., vol. 1, no. 1, p. 1, 2018.
[5] S. Mohammad Subhan, Metodologi Penelitian Kualitatif, Pertama. Malang: PT Literasi Nusantara Abadi Grup, 2023.
[6] Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2014.
[7] Lexy J. Moleong, Metode Penelitian Kualitaif. Bandung: Rosdakarya, 2012.
[8] Yusri dan Fitriani R, “Inovasi Digital dalam Pendidikan Agama: Tantangan dan Peluang,” J. Teknol. Pendidik., vol. 10, no. 1, pp. 45–54, 2022.
[9] Nuryani E, “Efektivitas Metode Kolaboratif dalam Pendidikan Agama di Sekolah." Jurnal Pendidikan Islam,” J. Pendidik. Islam, vol. 8, no. 3, pp. 201–213, 2020.
[10] F. Alawiyah, “Pendidikan Madrasah di Indonesia: Islamic School Education in Indonesia,” J. Aspir., vol. 5, no. 1, pp. 51–58, 2014.
[11] S. A. Parwatiningsih, R. Ropitasari, and M. N. D. Kartikasari, “Pengaruh Metode Pembelajaran Paktikum Peer Teaching Terhadap Praktik Vulva Hygiene Pada Mahasiswa Diii Kebidanan Fakultas Kedokteran Uns,” J. Kebidanan Indones. J. Indones. Midwifery, vol. 11, no. 1, p. 90, 2020, doi: 10.36419/jkebin.v11i1.329.
[12] B. S. A. Dayudin, “Model Pembelajaran Mapan dalam Pembelajaran Menulis Huruf Arab pada Siswa Madrasah Ibtidaiyah,” Attullab, vol. 5, no. 1, pp. 37–55, 2020, doi: http://dx.doi.org/10.15575/ath.v5i1.7500.
[13] Ninik Hidayati, Nurul Hakim, and M. Zakki Sulton, “Pendidikan Karakter Melalui Pembiasaan Rutin Untuk Menanamkan Nilai - Nilai Pendidikan Islam Pada Siswa Sd/Mi,” Prem. J. Islam. Elem. Educ., vol. 2, no. 2, pp. 47–61, 2021, doi: 10.51675/jp.v2i2.104.
[14] R. Hartono, Ragam Model Mengajar yang Mudah Diterima Murid. Yogyakarta: Diva Press, 2013.










_.png)

