TRADISI PEMBELAJARAN KITAB KUNING PADA PONDOK PESANTREN DI ERA DIGITAL

Penulis

  • Muhammad Syaiful UIN Antasari Banjarmasin
  • Dina Hermina Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, Indonesia
  • Nuril Huda Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, Indonesia

Kata Kunci:

: Kitab Kuning, Pesantren, Era Digital

Abstrak

Pesantren yang merupakan bagaian dari agen penguatan budaya Indonesia megemban tugas tidak sederhana, terutama dalam mempertahankan nilai tradisi pembelajaran kitab kuning di pondok pesantren. Di sisi lain, perkembangan tekhnologi juga mengaharuskan pesantren untuk membuka mata bahwa inovasi dan digitalisasi di sebagaian aspek pembelajarannya harus dilakukan. Penelitian ini berangkat dari fenomena digitalisasi di beberapa pesanteren di Indonesia yang semakin hari semakin meluas. Metode peneltian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis library reseach. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan tekhnologi digital sebagai media dan sarana pembelajaran penting dilakukan sebagai upaya akselerasi dan percepatan. Namun demikan, proses yang dilakukan harus tetap mempertahankan nilai “sakralitas” tradisi tersebut sehingga ia menjadi sarana dan media yang efekif bukan justru menjadi “benalu” yang membuat pesantren kehilangan identitas aslinya. Beberapa aspek yang dapat dilakukan inovasi digital adalah muatan kurikulum pesantren, media pembelajaran pesantren, dan system informasi pesantren yang berbasis pada database internet.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Diterbitkan

2022-02-25

Cara Mengutip

[1]
M. Syaiful, D. Hermina, dan N. Huda, “TRADISI PEMBELAJARAN KITAB KUNING PADA PONDOK PESANTREN DI ERA DIGITAL”, alulum, vol. 9, no. 1, hlm. 33–44, Feb 2022.