BAYANI EPISTEMOLOGY AS THE BASIS FOR THE DEVELOPMENT OF ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION LEARNING MATERIALS

Authors

  • Hana Malihatul Azizah 1Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
  • Ahmad Khudori Soleh Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

DOI:

https://doi.org/10.31102/alulum.12.4.2025.322-332

Keywords:

Bayani Epistemology, Islamic Philosophy, PAI, Learning Methods

Abstract

Kajian epistemologi bayani menekankan otoritas teks sebagai sumber utama pengetahuan, sehingga relevan dengan pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang berbasis pada Al-Qur’an dan hadis. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan epistemologi bayani dari aspek sejarah, sumber pengetahuan, metode pendekatan, serta implementasinya dalam pembelajaran PAI. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan melalui penelaahan literatur berupa buku-buku klasik dan kontemporer, jurnal akademik, serta penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa epistemologi bayani menempatkan teks wahyu, yakni Al-Qur’an dan As-Sunnah, sebagai sumber pengetahuan utama. Pendekatan yang digunakan meliputi dua metode, yaitu pemahaman literal terhadap teks serta penerapan analogi (qiyas) dalam pengembangan hukum dan pemikiran keagamaan. Penerapan epistemologi bayani dalam pembelajaran PAI tampak pada penggunaan teks Al-Qur’an, hadis, dan literatur keislaman lainnya sebagai pedoman pokok dalam proses belajar-mengajar, baik di madrasah. Selain itu, epistemologi bayani juga berfungsi sebagai sarana internalisasi nilai-nilai religius sekaligus sebagai landasan normatif dalam membentuk karakter peserta didik. Penelitian ini menegaskan bahwa epistemologi bayani bukan hanya kerangka teoritis filsafat Islam, tetapi juga memiliki relevansi praktis dalam pengembangan kurikulum dan metode pembelajaran. Hal ini memperkuat posisi epistemologi bayani sebagai landasan penting dalam menjaga otoritas teks wahyu, sekaligus menjadi fondasi epistemik yang membedakan PAI dari mata pelajaran lain

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Y. F. Aristyasari, “Pemikiran Pendidikan Islam Syed Muhammad Naquib Al-Attas,” Hermenia, vol. 13, no. 2, p. 263, 2013.
[2] F. M. Viruliana and M. Kholili, “Epistimologi nalar bayani dan burhani serta implementasinya pada pembelajaran madrasah,” pp. 82–93.
[3] R. Saputra and K. R. Lubis, “Penerapan Epistemologi Islam Pada Proses Pembudayaan Pola Pikir Yang Islami Bagi Scientist,” … Integr. Interkoneksi Islam dan Sains, vol. 1, no. September, pp. 157–161, 2018.
[4] M. Mahmudi, “Pendidikan Agama Islam Dan Pendidikan Islam Tinjauan Epistemologi, Isi, Dan Materi,” TA’DIBUNA J. Pendidik. Agama Islam, vol. 2, no. 1, p. 89, 2019, doi: 10.30659/jpai.2.1.89-105.
[5] Matroni, “Penerapan Pendidikan Bayani dalam Meningkatkan Kemampuan Menyampdaikan Pelajaran Siswa Sekolah Dasar,” … Pengemb. Pendidik. Dasar, pp. 19–29, 2017.
[6] Rasyid Ridlo, “The Implementation of Bayani and Burhani Epistemology as a Learning Method,” Manhajuna J. Pendidik. Agama Islam, vol. 01, no. 01, pp. 19–37, 2020.
[7] P. Saeful Rahmad, Penelitian Kualitatitf. Jakarta: Equilibrium, 2009.
[8] Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2018.
[9] M. Junaedi, Pengembangan Paradigma Keilmuan Perspektif Epistemologi Islam. Jakarta: Kencana, 2019.
[10] A. Harb, “Kritik Nalar Arab,” Krit. Nalar Arab, pp. 192–193, 1997, doi: 10.18196/AIIJIS.2016.0062.187-221.
[11] A. K. Soleh, Filsafat Islam Dari Klasik Hingga Kontemporer. Jogjakarta: Ar Ruzz Media, 2016.
[12] A. K. Soleh, “Model-Model Epistemologi Islam,” Psikoislamika J. Psikol. dan Psikol. Islam, vol. 2, no. 2, 2005, doi: 10.18860/psi.v0i0.342.
[13] Z. Makiah, “Epistemologi Bayani, Burhani, dan Irfani dalam Memperoleh Pengetahuan tentang Mashlahah,” J. Syariah, vol. 14, no. 1–28, 2014.
[14] A. Sarwat, Qiyas : Sumber Hukum Syariah Keempat. Jkarta: Rumah Fiqih Publishing, 2019.
[15] E. Muslimin, “Qiyas Sebagai Sumber Hukum Islam,” Mamba’ul ’Ulum, vol. 15, no. 2, p. 249, 2019.
[16] Zuhairini, Metodik Khusus Pendidikan Agama. Surabaya: Offset Printing, 1981.
[17] M. H. Zubaidillah and M. A. S. Nuruddaroini, “Analisis Karakteristik Materi Pelajaran Pendidikan Agama Islam di Jenjang SD,SMP dan SMA,” ADDABANA J. Pendidik. Agama Islam, vol. 2, no. 1, pp. 1–11, 2019.
[18] N. Ainiyah, “Pembentukan Karakter Melalui Pendidikan Agama Islam,” J. Al Ulum, vol. 13, no. 01, pp. 25–38, 2013.
[19] T. Hendratmoko, D. Kuswandi, and P. Setyosari, “Tujuan Pembelajaran Berlandaskan Konsep Pendidikan Jiwa Merdeka Ki Hajar Dewantara,” J. Inov. dan Teknol. Pembelajaran, vol. 3, no. 2, pp. 152–157, 2017.
[20] S. F. Shodiq, “Revival Tujuan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (Pai) Di Era Revolusi Industri 4.0,” At-Tajdid J. Pendidik. dan Pemikir. Islam, vol. 2, no. 02, pp. 216–225, 2019, doi: 10.24127/att.v2i02.870.
[21] C. Toha, Metodologi Pengajaran Agama. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1990.
[22] A. Hadis, Al-Qur’an Hadis, Kurikulum 2013 i. 2014.
[23] T. B. S. Ahmad Alfan, Ahmad Tau?q Wahyudi AS, Fikih 10. 2014.
[24] I. Judul et al., Abdurrohim , Usman , Noek Aenul Latifah Buku Siswa Kelas X MA. 2014.
[25] H. Cipta and A. Republik, Buku SKI Kurikulum 2013 i ii Buku Siswa , Kelas X MA. 2013.
[26] F. Mubin, “Nalar Bayani, ’Irfani, dan Burhani dan Implikasinya Terhadap Keilmuan Pesantren,” J. Chem. Inf. Model., vol. 53, no. 9, pp. 1689–1699, 2013.
[27] D. Ibrahim and F. Syari, “Metodologi Penelitian dalam Kajian Islam (Suatu Upaya Iktisyaf Metode-Metode Muslim Klasik ),” J. Intizar, vol. 20, no. 2, pp. 247–266, 2014.
[28] M. S. Muchith, “Guru Pai Yang Profesional,” Quality, vol. 4, no. 2, pp. 217–235, 2016.
[29] M. Firmansyah, Iman, “Pendidikan Agama Islam: Pengertian, Tujuan, Dasar Dan Fungsi,” J. Pendidik. Agama Islam, vol. 17, no. 2, pp. 79–90, 2019.

Downloads

Published

2025-09-25

How to Cite

[1]
H. M. Azizah and A. K. Soleh, “BAYANI EPISTEMOLOGY AS THE BASIS FOR THE DEVELOPMENT OF ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION LEARNING MATERIALS”, alulum, vol. 12, no. 4, pp. 322–332, Sep. 2025.