QUR'AN AND HADITH-BASED CHARACTER EDUCATION CURRICULUM MODEL FOR GENERATION Z: A Contextual Approach
DOI:
https://doi.org/10.31102/alulum.12.3.2025.290-298Keywords:
Generasi Z, pendidikan karakter, Al-Qur'an, Hadits, kurikulum, nilai IslamiAbstract
Generasi Z merupakan kelompok yang tumbuh di tengah percepatan teknologi digital, namun juga menghadapi tantangan serius berupa krisis identitas dan melemahnya nilai-nilai moral. Kondisi ini menimbulkan kebutuhan mendesak akan model pendidikan karakter yang relevan dan kontekstual. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana merancang kurikulum pendidikan karakter yang berbasis Al-Qur'an dan Hadits yang efektif untuk membentuk kepribadian moral Generasi Z. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan model kurikulum pendidikan karakter yang mampu menginternalisasi nilai-nilai Islam secara utuh dan aplikatif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian mengidentifikasi lima nilai utama dalam pendidikan karakter berbasis Al-Qur'an dan Hadits, yaitu kejujuran, tanggung jawab, empati dan kasih sayang, kerja sama, dan disiplin. Implementasi kurikulum dilakukan melalui metode pembelajaran berbasis kisah teladan dan proyek sosial, yang terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi siswa dan membentuk sikap positif dalam kehidupan sehari-hari. Kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan kapasitas guru dalam memahami dan menerapkan pendekatan ini secara menyeluruh. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya pelatihan guru secara berkelanjutan serta pengembangan media pembelajaran digital yang mendukung integrasi nilai-nilai karakter dalam proses pendidikan. Kurikulum ini diharapkan mampu membentuk Generasi Z menjadi pribadi yang unggul secara intelektual, moral, dan spiritual.
Downloads
References
[2] Z. Setiawan, R. S. Y. Zebua, D. Suprayitno, R. S. Hamid, V. Islami, and A. Marsyaf, Buku Ajar Perilaku Konsumen. PT. Sonpedia Publishing Indonesia, 2024.
[3] M. Tawil and S. S. Sari, “Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap Keterampilan Ditinjau dari Gender,” vol. 3, no. 2, pp. 67–82, 2021.
[4] M. A. Rahman, “Model Konseling Islam Untuk Rehabilitasi Korban Penyalahgunaan Narkoba,” J. Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, Dan Psikoterapi Islam, vol. 7, no. 1, pp. 81–100, 2019, [Online]. Available: https://doi.org/10.15575/irsyad.v7i1.886.
[5] Z. A. Putri et al., “Pengaruh Persepsi Kegunaan , Persepsi Kemudahan, dan Persepsi Keamanan terhadap Minat Penggunaan BRI Mobile (Studi pada Masyarakat di Kota Malang),” e – J. Ris. Manaj., vol. 12, no. 02, pp. 1–18, 2023.
[6] Lexy J Moeleong, Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Rosda Karya, 2010.
[7] S. Zen Amrullah, “THE DYNAMICS OF ETHNIC ARAB THOUGHT ON WOMEN’S EDUCATION IN MALANG INDONESIA,” Al-Ulum J. Pemikir. Dan Penelit. Ke Islam., vol. 12, no. 2, pp. 143–153, 2025, doi: https://doi.org/10.31102/alulum.12.2.2025.143-153.
[8] K. A. RI, Al-Qur’an dan Terjemah. Jakarta: Kementerian Agama RI, 2000.
[9] Zakiyah Drajat, Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam. Jakarta: Bumi Aksara, 1995.
[10] dan M. T. B. K. Fatimah Farah Sabrina, Astuti Darmiyanti, “Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah Untuk Meningkatkan Mutu Guru,” Manaj. Pendidik. J., vol. 4, no. 2, p. 240, 2020.
[11] Moh Ali Mahmud, Metodologi Pembelajaran PAI Berbasis Nilai Karakter, 1st ed. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2019.
[12] HAR Tilaar, Multikulturalisme:tantangan-tantangan Global Masa Depan dalam Tranformasi Pendidikan nasional. Jakarta: Grasindo, 2004.
[13] T. A. Maghfira and A. B. Mahadian, “Interaksi Simbolik Pengajar Dan Siswa Di Komunitas Matahari Kecil,” J. Komun. Glob., vol. 7, 2018.
[14] I. F. N. D. Primasari, A. Marini, and A. Maksum, “Implementasi Pendidikan Multikultural di Sekolah Dasar,” vol. 6, no. 11, p. 6, 2021.
