THE IMPLEMENTATION OF RELIGIOUS AND NATIONAL MODERATION IN INDONESIA ACCORDING TO KH. AHMAD DAHLAN

Authors

  • Solihin Sari Solah Tinggi Agama Islam Haji Agussalim Cikarang Bekasi
  • Aca Sugianto Solah Tinggi Agama Islam Haji Agussalim Cikarang Bekasi

DOI:

https://doi.org/10.31102/alulum.12.2.2025.173-180

Keywords:

Religious Moderation, National Moderation, Plurality, Diversity, Tolerance

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi moderasi beragama dan berbangsa di Indonesia menurut pemikiran KH. Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, yang dikenal sebagai tokoh reformis Islam di Indonesia. Dalam konteks Indonesia yang plural, pemikiran beliau tentang moderasi beragama (wasathiyah) dan kebangsaan sangat relevan untuk membangun masyarakat yang harmonis dan inklusif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka untuk menganalisis berbagai karya, tulisan, serta sejarah perjuangan KH. Ahmad Dahlan dalam membangun umat Islam yang berwawasan global dan toleran. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa KH. Ahmad Dahlan menekankan pentingnya moderasi dalam beragama yang menghindari ekstremisme dan kekerasan, serta mendorong umat Islam untuk memahami ajaran agama secara rasional dan kontekstual. Selain itu, beliau mengajarkan pentingnya penghormatan terhadap pluralitas agama dan kebhinnekaan di Indonesia, serta prinsip kerjasama sosial dan politik untuk memperkuat persatuan bangsa. Pemikiran beliau terkait moderasi beragama dan kebangsaan sangat relevan dalam menghadapi tantangan sosial-politik di Indonesia saat ini, seperti radikalisasi agama, intoleransi, dan polarisasi sosial. Implikasi penelitian ini adalah Penelitian ini memperkaya kajian tentang moderasi beragama dalam konteks pemikiran KH. Ahmad Dahlan, yang menekankan keseimbangan antara keislaman dan kebangsaan. Kemudian Menambah referensi bagi akademisi dalam memahami konsep Islam Wasathiyah yang diterapkan oleh KH. Ahmad Dahlan dalam berbagai aspek kehidupan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Z. A. Putri et al., “Pengaruh Persepsi Kegunaan , Persepsi Kemudahan, dan Persepsi Keamanan terhadap Minat Penggunaan BRI Mobile (Studi pada Masyarakat di Kota Malang),” e – J. Ris. Manaj., vol. 12, no. 02, pp. 1–18, 2023.
[2] Azyumardi Azra dan Hamid Fahmy Zarkasyi, On Islamic Civilization, Menyalakan Kembali Lentera Peradaban Islam yang Sempat Padam. Semarang: Unnisula Press, 2010.
[3] MHD Abror, “MODERASI BERAGAMA DALAM BINGKAI TOLERANSI,” Rusydiah J. Pemikir. Islam, vol. 1, no. 2, 2020, doi: https://doi.org/10.35961/rsd.v1i2.174.
[4] Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2014.
[5] K. Khoiriyah, “PENDIDIKAN ANTI-RADIKALISME DAN STRATEGI MENGHADAPINYA (IKHTIAR MENYUSUTKAN GERAKAN RADIKALISME DI INDONESIA),” Tarbiyatuna Kaji. Pendidik. Islam, vol. 3, no. 2, 2019, doi: 10.29062/tarbiyatuna.v3i2.263.
[6] Rosid H, “Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme di Lamongan,” J. Polientier, vol. 2, no. 1, p. 1, 2017.
[7] F. Akhmad, “Implementasi Pendidikan Karakter dalam Konsep Pendidikan Muhammadiyah,” Al-Misbah (Jurnal Islam. Stud., vol. 8, no. 2, pp. 79–85, 2020, doi: 10.26555/almisbah.v8i2.1991.
[8] I. Setiawan, “Pembelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang Menggembirakan (Dengan Pendekatan Integrasi-Interkoneksi),” Semin. Nas. Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, pp. 123–135, 2001.

Downloads

Published

2025-05-06

How to Cite

[1]
S. Sari and A. Sugianto, “THE IMPLEMENTATION OF RELIGIOUS AND NATIONAL MODERATION IN INDONESIA ACCORDING TO KH. AHMAD DAHLAN”, alulum, vol. 12, no. 2, pp. 173–180, May 2025.