DUA KAIDAH YANG MENGHIDUPKAN KEHIDUPAN BERAGAMA, AMAR MA'RUF NAHI MUNKAR DAN AR-RAQAIQ (KELEMBUTAN HATI DAN PENYUCIAN JIWA)
DOI:
https://doi.org/10.31102/ahsanamedia.10.2.2024.219-228Kata Kunci:
Pendidikan Agama Islam, dakwah, amar a'ruf nahi munkarAbstrak
Tulisan ini membahas pentingnya dua prinsip, amar ma'ruf nahi munkar (memerintahkan kebaikan dan melarang kejahatan) dan ar-Raqaiq (kelembutan hati dan pemurnian jiwa), dalam menegakkan kehidupan beragama. Tugas amar ma'ruf nahi munkar ditekankan sebagai kewajiban di atas semua kewajiban lainnya, sedangkan ar-Raqaiq berfokus pada peristiwa yang melembutkan hati dan menggerakkan jiwa. Kedua prinsip tersebut sangat penting dalam mempertahankan kehidupan religius yang teguh. Makalah ini juga menyoroti kepekaan teladan tokoh-tokoh agama seperti Ustadz Badiuzzaman Said Nursi, Imam Abu Hasan al-Syadzili, Abdul Qodir Jailani, dan Hasan al-Basri terhadap isu-isu agama. Tokoh-tokoh ini terlibat dalam refleksi diri dan memperhatikan amar ma'ruf nahi munkar. Makalah ini menekankan pentingnya prinsip ini dalam kehidupan religius, menekankan perlunya individu untuk memperhatikan konsekuensi dari tindakan mereka dan memiliki hati yang teliti. amar ma'ruf nahi munkar maupun anjuran untuk menyampaikan “raqaiq” kedua hal ini ibarat pembuluh arteri dan vena yang ada dalam tubuh manusia. Sebagaimana kehidupan dalam tubuh yang bergantung pada kapiler-kapiler darah tersebut, demikian pula eksistensi kehidupan beragama yang bergantung pada terlaksananya dua kaidah ini. Hanya dengan melaksanakan dua kaidah tersebutlah manusia dapat senantiasa khawatir dengan balasan atas semua amal perbuatan dan memiliki hati yang penuh kesadaran sehingga setiap langkah yang dihentakkan akan dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan kewaspadaan, serta menjalankan setiap detik umur kehidupannya dengan muhasabah.
Referensi
HR. Tirmidzi, Janaiz, 60; Abu Daud, Janaiz, 75.
M. Khadavi, A. Syahri, N. Nuryami, and S. Supandi, “REVITALISASI NILAI RELIGIUSITAS MAHASISWA MELALUI PEMBELAJARAN AL ISLAM DAN KEMUHAMMADIYAHAN DI STAI MUHAMMADIYAH PROBOLINGGO”, alulum, vol. 11, no. 2, pp. 192-205, May 2024.
M. Rohman, A. Haris, and S. Supandi, “ROKAT BHELIONE: MEMAKNAI TRADISI LOCAL WISDOM MASYARAKAT PAMEKASAN SAAT ANGGOTA KELUARGA MENINGGAL DUNIA”, alulum, vol. 11, no. 3, pp. 347-358, Jul. 2024.
M. Sahibuddin, Supandi, Untung, and Akhmadul Faruq, “Madrasah Committee: Implementation of ‘Merdeka Belajar’ and The Progress of Islamic Education in Pamekasan”, tadr., vol. 19, no. 1, pp. 13-25, Apr. 2024.
S. Supandi, M. Subhan, and A. Hobir, “PERBANDINGAN METODE PENGAJARAN TRADISIONAL DAN MODERN DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: Studi di Lembaga Pendidikan Internasional ABFA Pamekasan”, j.edu.part, vol. 3, no. 1, pp. 40–50, May 2024.
S. Supandi, M. Subhan, and A. Hobir, “PERBANDINGAN METODE PENGAJARAN TRADISIONAL DAN MODERN DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: Studi di Lembaga Pendidikan Internasional ABFA Pamekasan”, j.edu.part, vol. 3, no. 1, pp. 40–50, May 2024.
Supandi, Supandi, Abdul Khobir, and Kurratul Aini. 2024. “MEMBANGUN CITRA DAN REPUTASI PENDIDIKAN ISLAM MELALUI STRATEGI MARKETING LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM”. AL-MAFAZI: JOURNAL OF ISLAMIC EDUCATION MANAGEMENT 2 (1):24-36. https://ejournal.stai-mas.ac.id/index.php/mpi/article/view/228.


