Pengelompokan Optimal Kabupaten dan Kota Rawan Kriminalitas di Jawa Timur dengan Metode Analisis Kluster Terbaik

Authors

  • M. Fariz Fadillah Mardianto Universitas Islam Madura
  • Kuzairi Kuzairi Universitas Islam Madura
  • Tony Yulianto Universitas Islam Madura
  • Rica Amalia Universitas Islam Madura
  • Faisol Faisol Universitas Islam Madura

DOI:

https://doi.org/10.31102/zeta.2015.1.1.22-29

Keywords:

tingkat kriminalitas, Jawa Timur, analisis kluster, internal cluster dispersion rate, Pseudo-F

Abstract

Kriminalitas adalah kejadian melanggar hukum yang menganggu keamanan di suatu wilayah. Tingginya tingkat kriminalitas dapat menghambat mobilitas masyarakat dan investor. Kegiatan perekonomian, perdagangan, dan pendidikan dapat terganggu di suatu daerah yang dikategorikan sebagai daerah rawan jika keamanan tidak dijamin. Akhir-akhir ini isu kriminalitas menjadi topik yang menarik di Jawa Timur. Jawa Timur dengan luas wilayah yang besar, jumlah penduduk yang banyak dan beragam, serta pembangunan yang pesat memiliki probabilitas tinggi dalam hal kriminalitas. Pengelompokan daerah rawan kriminalitas perlu dilakukan.

Dalam penelitian ini pengelompokan daerah rawan kriminalitas dilakukan dengan metode analisis kluster hierarki diantaranya single linkage, complete linkage, average linkage, dan metode ward, serta analisis kluster non hierarki dengan menggunakan metode k-means. Jumlah kluster optimal untuk tiap metode ditentukan dengan statistik Pseudo-F terbesar. Setelah mendaapatkan jumlah kluster optimal dengan Pseudo-F, langkah selanjutnya adalah menentukaan metode analisis kluster yang terbaik dengan melihat nilai internal cluster dispersion rate (icdrate). Semakin kecil nilai icdrate, semakin baik metode tersebut dalam melakukan pengelompokan. Setelah dilakukan pengelompokan didapatkan hasil lima kelompok yang optimal berdasarkan metode ward dimana terdapat lima kategori daerah  dengan tingkat kriminalitas sangat rawan, rawan, sedang, aman, sangat aman. Berdasarkan hasil analisis kluster dua wilayah disarankan untuk mendapatkan keamanan khusus yaitu Kota Surabaya yang merupakan daerah sangat rawan kriminalitas , dan Kota Malang dengan kategori rawan kriminalitas. Kedua daerah ini merupakan dua kota terbesar di Jawa Timur.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Susanto, I.S. (2010). “Statistik Kriminal, sebagai Konstruksi Sosial”, Yogyakarta: Genta Publishing.
[2] Badan Pusat Statistik. (2014). “Jumlah Tindak Pidana menurut Polda 2000-2013”, Jakarta: BPS.
[3] Johnson, R.A. & Wichern, D.W. (2002). “Applied Multivariate Statistical Analysis”, 5th ed. New Jersey: Prentice Hall International Inc.
[4] Hair, Joseph F., dkk. (1998). “Multivariate Data Analysis Fifth Edition”. New Jersey : Prentice-Hall.
[5] Kuncoro, M . (2003). Metode Riset Untuk Bisnis dan Ekonomi. Jakarta: Erlangga.
[6] Lzulfa, I . (2013). Analisis Cluster Kabupaten/Kota berdasarkan Tingkat Pencemaran Udara. Surabaya: Tugas Akhir ITS.
[7] Badan Pusat Statistik. (2014). “Laporan Eksekutif Statistik Politik dan Keamanan Provinsi Jawa Timur 2013”, Surabaya: BPS Jatim.

Downloads

Published

2015-05-20

How to Cite

Mardianto, M. F. F., Kuzairi, K., Yulianto, T., Amalia, R., & Faisol, F. (2015). Pengelompokan Optimal Kabupaten dan Kota Rawan Kriminalitas di Jawa Timur dengan Metode Analisis Kluster Terbaik. Zeta - Math Journal, 1(1), 22–29. https://doi.org/10.31102/zeta.2015.1.1.22-29

Issue

Section

Articles