Perbandingan Metode Exponential Smoothing dan Moving Average Pada Peramalan Jumlah Produksi Garam di Madura
DOI:
https://doi.org/10.31102/zeta.2021.6.1.17-23Keywords:
double exponential smoothing, double moving average, Garam, peramalanAbstract
Madura merupakan salah satu penghasil garam terbesar di Indonesia, produksi garam di Madura pada musim produksi tahun 2015 mencapai 914.484 ton, dari empat kabupaten di wilayah Madura. Produksi garam tersebut untuk memenuhi kebutuhan garam nasional, untuk memenuhi produksi garam di Madura diperlukan peramalam jumlah produksi agar mendapatkan hasil yang maksimal. Salah satu metode peramalan adalah metode time series. Pada penelitian ini membandingkan hasil peramalan menggunakan metode double exponential smoothing dan moving average, yang menghasilkan bahwa metode double exponential smoothing lebih baik dengan nilai RMSE = 664313,1792 dan MAPE = 5.720599.
Downloads
References
Idea, S. (2015). Pembuatan Garam Rakyat Dengan Tekhnologi Geomembran . Yokyakarta: Unjiya.
Makridakis, S., Wheelwright, S. C., & McGee, V. E. (1999). Metode dan Aplikasi Peramalan. Jakarta: Erlangga.
Nasution, H., & Prasetyawan. (2008). Perencanaan dan Pengendalian Produksi. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Purbani, D. (2000). Pusat Pembentukan Garam Kristal. Pusat Riset Wilayah Laut Dan Sumber Daya Non Hayati , 1.
Raharja, A. (2010). Penerapan Metode Exponential Smoothing untuk Peramalan Penggunaan Waktu Terepon di PT. Telkomsel DIVRE3 Surabaya. SISFO Jurnal Sistem Informasi , 1-8.
Subagyo, P. (2002). Frocasting Konsep dan Aplikasi. Jakarta: BPFE.