Peningkatan Kompetensi Guru SMPN 3 Pademawu Dalam Menyusun Instrumen Penilaian Autentik Melalui Workshop
DOI:
https://doi.org/10.31102/wacanadidaktika.6.01.27-40Keywords:
Kompetensi Guru, Instrumen Penilaian Autentik, dan WorkshopAbstract
In the result of academic supervision and the result of school self evaluation, the data was obtained that there were still many teachers at SMPN 3 Pademawu Pamekasan who did not understand how to develop the authentic assesment instruments. The teachers at SMPN 3 Pademawu Pamekasan get difficult to compile the autenthic assesments based on the 2013 curriculum. The problem of this study is how to increase teachers competency at SMPN 3 Pademawu Pamekasan in compiling the authentic assesment instruments through the workshop. This research is School Action Research (SAR). The qualitative data analysis used is the principles of data analysis, namely: reduction data, presentation data, and conclusion data. Meanwhile, for the quantitative data was obtained by using deseriptive analysis. The results indicated that the teachers competency at SMPN 3 Pademawu Pamekasan get further progress in compiling authentic assessment instruments from the first to the second cycle. The percentage of classical completeness increased from 53,20 % to 95,65 % and the classical everage increased from 53,20 to 66,63. The conclusion of this study is teachers competency at SMPN 3 Pademawu Pamekasan in compiling Authentic Assessment Instrument have increased through the workshop.
Abstrak
Pada hasil supervisi akademik dan hasil evaluasi diri sekolah diperoleh data bahwa masih banyak guru SMPN 3 Pademawu Pamekasan yang kurang memahami cara menyusun instrumen penilaian autentik. Guru SMPN 3 Pademawu Pamekasan merasa sulit untuk menyusun instrumen penilaian autentik sesuai tuntutan kurikulum 2013. Permasalahan pada penelitian ini adalah bagaimana meningkatkan kompetensi Guru SMPN 3 Pademawu dalam menyusun instrumen penilaian autentik melalui workshop. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah (PTS). Analisis data kualitatif digunakan prinsip-prinsip analisis data yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan data. Sedangkan untuk data kuantitatif dilakukan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi guru SMPN 3 Pademawu meningkat dalam menyusun instrumen penilaian autentik dari siklus 1 ke siklus 2. Persentase ketuntasan klasikal meningkat dari 73,68% menjadi 95,65% dan nilai rata-rata klasikal meningkat pula dari 53,20 menjadi 66,63. Kesimpulan penelitian ini adalah kompetensi guru SMPN 3 Pademawu Pamekasan dalam menyusun instrumen penilaian autentik meningkat melalui workshop
Downloads
References
Depdiknas. (2005). Undang-undang Republik Indonesia no. 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen. Bandung: Citra Umbara.
Ibrahim, A. (2018). Devinisi dan Pengertian Workshop. Diambil 4 Mei 2018, dari https://pengertiandefinisi.com/definisi-dan-pengertian-workshop/
Mehram, M. (2016). Upaya Peningkatan Kemampuan Guru Melalui Workshop Mgmp Kimia SMA Kabupaten Pidie 2015. SERAMBI PTK, 3(2). Diambil dari https://ojs.serambimekkah.ac.id/index.php/serambi-ptk/article/view/171
Merdianis, M. (2018). Upaya Meningkatkan Kompetensi Guru Dalam Menerapkan Pembelajaran Lesson Study Melalui Workshop Di SD Negeri 02 Ampalu Kecamatan Lareh Sago Halaban. Inovasi Pendidikan, 5(1). Diambil dari https://jurnal.umsb.ac.id/index.php/inovasipendidikan/article/view/807
Reza, R. (2017). Devinisi dan Pengertian Workshop dari Para Ahli. Diambil 4 Mei 2018, dari https://satujam.com/pengertian-workshop
Roqib, M., & Nurfuadi. (2011). Kepribadian Guru. Purwokerto: STAIN Purwokerto Press.
Windayana, H. (2012). Penelitian Tindakan Sekolah. Jurnal Pendidikan Dasar Eduhumaniora, 4(1). http://dx.doi.org/10.17509/eh.v4i1.2815
