Literasi Sains Sebagai Konsep Pembelajaran Buku Ajar Biologi di Sekolah
DOI:
https://doi.org/10.31102/wacanadidaktika.5.02.160-171Keywords:
Literasi Sains, Konsep Pembelajaran, Buku Ajar BiologiAbstract
Perkembangan Sains dan teknologi dewasa ini menuntut manusia terus berkembang menyesuaikan diri dalam segala aspek kehidupan. Salah satu aspeknya adalah aspek pendidikan yang sangat menentukan maju dan mundurnya suatu bangsa. Pendidikan sains memiliki peran yang penting dalam menyiapkan anak bangsa memasuki dunia kehidupannya. Pendidikan sains memiliki peranan strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk menghadapi era globalisasi ini. Potensi ini akan dapat terwujud jika pendidikan sains mampu melahirkan siswa yang cakap dalam bidangnya dan berhasil menumbuhkan kemampuan berpikir logis, berpikir kreatif, kemampuan memecahkan masalah, bersifat kritis, menguasai teknologi serta adaptif terhadap perubahan dan perkembangan zaman. Literasi sains merupakan tolak ukur keberhasilan pembelajaran sains di sekolah. Dalam proses pencapaian itu diperlukan bahan ajar yang mengedepankan aspek proses seperti body of knowledge, way of think, way of investigating, interaction of social science and technologi. Dengan mengedepankan aspek-aspek ini dalam buku pembelajaran sains, khususnya buku ajar biologi maka pembelajaran sains biologi di sekolah menjadi lebih baik.
Downloads
References
Campbell NA, JB Reece, LA Urry, ML Cain, SA Waserman, PV Minorsky & RB Jackson. (2010). Biologi Edisi Kedelapan Jilid 2. Jakarta: PT. Erlangga
Chiappetta, E.L, Fillman, D.A, dan Sethna, G.H.(1991a). “A Method to Quantify Major Themes of Scientific Literacy in Science Textbooks”. Journal of research in science teaching. 28, (8), 713-725.
Chiappetta, E.L, Fillman, D.A, dan Sethna, G.H. (1991b). “A Quantitative Analysis of High School Chemistry Textbooks for Scientific Literacy Themes and Expository Learning Aids”. Journal of research in science teaching. 28, (10), 939-951.
Chiappetta, E.L, Fillman, D.A, dan Sethna, G.H. (1993). “Do Middle School Life Science TextbooksProvide a Balance of Scientific Literacy Themes”. Journal of research in science teaching. 30, (2), 787 – 797
Darliana. (2005). Pendekatan Fenomena Mengatasi Kelemahan Pembelajaran IPA. [Online]. Tersedia: http://www.p4tkipa.org. [18 Juni 2017].
Firman, H. (2007). Analisis Literasi Sains Berdasarkan Hasil PISA Nasional Tahun 2006. Jakarta: Pusat Penilaian Pendidikan Balitbang Depdiknas.
Nur, M. 1995. Pemahaman tentang IPA dan Keterampilan Proses Sains Mahasiswa Jurusan Biologi, Fisika dan Kimia FPMIPA IKIP. Disertasi doktor. Bandung: SPS IKIP.
OECD. (2015). Chapter 3 of the Publication “PISA 2015 Assesment of framework – mathematics, Reading, Science and problem solving knowledge and skills. [Online]. Tersedia: http://www.oecd.org /dataoecd/38/29/33707226.pdf. [28 Oktober 2017].
Pusat Perbukuan Depdiknas. 2003. Standar Penilaian Buku Pelajaran Sains. Jakarta: Depdiknas
Swanepoel S. (2010). The assessment of the quality of science education textbooks: conceptual framework and instruments for analysis. Dissertation: University of South Africa.
Widyatiningtyas, Reviandari. (2009).Pembentukan Pengetahuan Sains, Teknologi dan Masyarakat dalam Pandangan Pendidikan IPA. EDUCARE: Jurnal pendidikan dan Budaya. http://educare.e-fkipunla.net.Diakses 22 Maret 2016
