TRADITION OF "DINAH BEGUS" IN THE CONSTRUCTION OF HOUSES: Analysis of Islamic Perspectives and the Integration of Local Wisdom in Ponteh Galis Pamekasan

Penulis

  • Muhammad Fathur Rosi Universitas Madura
  • Syaiful Anam Universitas Madura
  • Suhaimi Suhaimi Universitas Madura
  • Marsum Marsum Universitas Madura

DOI:

https://doi.org/10.31102/alulum.12.3.2025.199-209

Kata Kunci:

Tradisi, Dinah Begus, Pembangunan Rumah, Perspektif Islam

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tradisi Dinah Begus dalam pembangunan rumah di Desa Ponteh, Galis, Pamekasan, serta menganalisisnya dalam perspektif Islam. Dinah Begus merupakan tradisi lokal yang diwariskan secara turun-temurun, di mana masyarakat memilih hari baik sebagai waktu yang dianggap tepat untuk memulai kegiatan penting, seperti membangun rumah. Keyakinan ini didasari oleh harapan akan datangnya keberkahan, keselamatan, dan kelancaran dalam proses pembangunan serta kehidupan di masa mendatang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi untuk memahami praktik, simbol, dan makna yang terkandung dalam tradisi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinah Begus mengandung nilai-nilai luhur seperti kehati-hatian, spiritualitas, dan penghormatan terhadap tradisi leluhur. Dalam perspektif Islam, praktik ini tidak bertentangan selama tidak disertai keyakinan syirik, melainkan dipahami sebagai bentuk ikhtiar dalam menentukan waktu yang dianggap paling tepat berdasarkan pengalaman dan kebiasaan masyarakat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pelestarian budaya lokal yang selaras dengan nilai-nilai Islam, serta memperkaya kajian tentang interaksi antara agama dan tradisi dalam masyarakat Madura.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

[1] E. Zulaiha, “Tafsir Kontemporer: Metodologi, Paradigma dan Standar Validitasnya,” Wawasan J. Ilm. Agama dan Sos. Budaya, vol. 2, no. 1, pp. 81–94, 2017, doi: 10.15575/jw.v2i1.780.
[2] M. Husein, “Peranan kyai sebagai pemimpin lokal dalam pelaksanaan pembangunan desa Larangan Luar,” Reformasi, vol. 1, no. 1, pp. 120–129, 2021.
[3] abdullah Abdurrahman, aktualisasi konsep pendidikan islam. yogyakarta, 2002.
[4] S. A. Parinduri and R. Fadilah, “Analisis Pola Asuh Ayah Tunggal terhadap Kelekatan Anak,” J. Obs. J. Pendidik. Anak Usia Dini, vol. 7, no. 1, pp. 887–894, 2023, doi: 10.31004/obsesi.v7i1.4040.
[5] J. Liandi, “DAKWAH PERTAMA DI MLBB!? MAJELIS NURUL LEGEND WAJIB NONTON!!,” EMPETALK Ustadz Abi [Broadcast]., 2024. .
[6] D. Firanda, “makna simbolik mendirikan rumah pad etnis Ta’a desa dolag kabupaten parigi moutong,” Kinesik, vol. 1, no. 1, pp. 28–42, 2020.
[7] M. F. Mukhlishi Mukhlishi, Supandi Supandi, Atnawi Atnawi, “TRANSMISSION TAGLINE BISMILLAH SERVES IN INCREASING THE HUMAN DEVELOPMENT INDEX (HDI) SUMENEP REGENCY EDUCATION POLICY PERSPECTIVE,” al-Ulum J. Pendidikan, Penelit. dan Pemikir. Keislam., vol. 12, no. 1, pp. 84–94, 2025, doi: https://doi.org/10.31102/alulum.12.1.2025.84-94.
[8] M. Supandi, “PRILAKU KEBERAGAMAAN KELOMPOK JAMAAH TABLIGH DI KOTA GERBANG SALAM ( Studi tentang perilaku social dan dakwah keagamaan di Pamekasan ),” vol. 7, no. 2, pp. 243–256, 2020.
[9] Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2014.
[10] M. S. Mubarak and Y. Halid, “Dakwah yang Menggembirakan Perspektif Al- Qur ’ an ( Kajian terhadap qs . An-Nahl ayat 125 ),” Al-Munzir, vol. 13, no. 1, pp. 47–49, 2020.
[11] dkk Supandi, “Pemberdayaan Komite Sekolah dan Madrasah Untuk Kemajuan Lembaga Pendidikan Melalui Sharing Program Dewan Pendidikan di Pamekasan,” J. Masy. Merdeka, vol. 5, no. 2, p. 1, 2024.

Diterbitkan

2025-07-25

Cara Mengutip

[1]
M. F. Rosi, S. Anam, S. Suhaimi, dan M. Marsum, “TRADITION OF ‘DINAH BEGUS’ IN THE CONSTRUCTION OF HOUSES: Analysis of Islamic Perspectives and the Integration of Local Wisdom in Ponteh Galis Pamekasan”, alulum, vol. 12, no. 3, hlm. 199–209, Jul 2025.