FIKIH EKOLOGI: FORMULASI FIKIH UNTUK PELESTARIAN LINGKUNGAN MELALUI PENDEKATAN MAQASID SYARIAH

Penulis

  • M Dzikrullah Faza ITSNU Pekalongan

Kata Kunci:

ekologi, fikih, lingkungan

Abstrak

Cara hidup manusia yang lebih pragmatis, hedonis, atau sekuler sangat memengaruhi cara mereka melihat alam semesta. Nilai-nilai konvensional tentang alam semesta sering diabaikan saat pembangunan ekonomi berjalan. Selain itu, bahasa alam telah berubah menjadi slogan yang mengatakan bahwa seseorang harus memenuhi kebutuhan finansial untuk hidup di era kontemporer. Semua pihak harus memperhatikan masalah ini, termasuk agamawan, yang harus berpartisipasi dalam penyelesaiannya. Hokum agama merupakan alat untuk menangani sumber krisis di bidang yang tidak lagi bergantung pada teknologi, tetapi juga pada pengendali teknologi tersebut yaitu iman dan nilai manusi. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti masalah dasar pelestarian alam melalui lensa fikih. Peneliti tertarik untuk mempelajari bagaimana persepsi Islam tentang lingkungan dapat dibentuk menjadi konsep ekologi yang islami. Dalam konteks ini, penciptaan konsep fikih ekologi area hidup sangat penting untuk membangun paradigma baru dalam fiqh. Penelitian ini disusun dengan menggunakan metode penelitian library research dengan pendekatan teologi normative dan filosofis, serta teknik pengumpulan data dengan melakukan analisis literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manusia wajib menjaga lingkungan karena mereka adalah kholifah pemimpin alam dan harus menjadi rahmat bagi alam. Secara normatif, pemeliharaan lingkungan dianggap sebagai bagian dari maqashid al-syari'ah dalam bentuk hifz al-bî'ah dan berfungsi sebagai mediator untuk pelaksanaan wajib al-kulliyat al-khamsah sehingga menjadi wajib juga untuk dilakukan. Dan dengan pendekatan sadd al-zarâ'I maka wajib untuk menjaga dan menutup segala aktivitas yang dapat menyebabkan kerusakan. Serta Islam mendorong adanya penetapan lokasi konservasi lingkungan seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

[1] E. Fadilah, Edukasi Gerakan Pengelolaan Lingkungan. 2021.
[2] K. A. RI, Al-Qur’an dan Terjemah. Jakarta: Kementerian Agama RI, 2000.
[3] M. Syamsudin, “Krisis Ekologi Global dalam Perspektif Islam,” J. Sosiol. Reflektif , vol. 11, no. 2, pp. 83–106, 2017.
[4] Ghufron dan Saharudin, “ISLAM DAN KONSERVASI LINGKUNGAN Telaah Pemikiran Fikih Lingkungan Yusuf al-Qaradhawi,” J. Millah , vol. 6, no. 2, Feb. 2007.
[5] Dr.Agus Hermanto, Fikih Ekologi. malang: CV. Literasi Nusantara Abadi, 2021.
[6] Nur Fauzan Ahmad, “Problematika Transliterasi Aksara Arab-Latin: Studi Kasus Buku Panduan Manasik Haji dan Umrah,” NUSA, vol. 1, no. 12, pp. 126–136, 2017, [Online]. Available: file:///C:/Users/Dr. Supandi/Downloads/15643-37809-1-SM.pdf.
[7] Dwi Runjani Juwita, “Fiqh Lingkungan Hidup Dalam Perspektif Islam,” El-Wasathiya J. Stud. Agama , vol. 5, no. 1, 2017.
[8] Dede Rodin, “Alquran Dan Konservasi Lingkungan: Telaah Ayat-Ayat Ekologis,” Al-Tahrir J. Pemikir. Islam , vol. 17, no. 2, 2017.
[9] Abuddin Nata, Metodologi Studi Islam, IX. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2004.
[10] Mujiono Adillah, Fikih Lingkungan Panduan Spiritual Hudup Berwawasan Lingkungan. Yogyakarta: Unit Penerbit dan Percetakan Akademi Manajemen Perusahaan YKPN, 2005.
[11] Syazee, Theories of Islamic Law: The Methodology of Ijtihad. Islamabad: Islamic Reseach Institute, 1994.
[12] Abdul Wahab Khallaf, Ilmu Usul Fikih. Kairo: al-Dar al-Quwaitiyyah , 1978.
[13] Ahmad Hasan, Early Development of Islamic Law. Dalhi: Adam Publishers & Distributors, 1994.
[14] Zainudin Ali, Hukum Islam. Jakarta: Sinar Grafika, 2006.
[15] A. Bestowed Trust, Islam and Ecology. Amerika: Harvard University Press, 2003.
[16] Mohamad Subli, “Melestarikan Lingkungan Untuk Terwujudnya ‘Baldatun Thoyyibatun Wa Robbun Ghofur’ (Kajian Surah Al-Hijr: 19),” Al-Mutsla, vol. 5, no. 2, pp. 302–321, 2023, doi: 10.46870/jstain.v5i2.684.
[17] Ahmad Khoirul Fata, “Teologi Lingkungan Hidup Dalam Perspektif Islam,” ULUL ALBAB J. Stud. Islam, vol. 15, no. 2, 2015.
[18] Abd Aziz, “Konservasi Alam Dalam Perspektif Etika Islam,” Akad. J. Pemikir. Islam , vol. 19, no. 2, 2014.
[19] M. Dawam Rahardjo, Ensiklopedi Al-Qur’an: Tafsir Sosial Berdasarkan Konsep-Konsep Kunci. Jakarta: Paramadina, 1996.
[20] Muhammad Abu Zahrah, Usul al-Fiqh. Mesir: dar al-Fikr al- ‘Arabi, 2000.
[21] M. H. Zuhdi, “Paradigma Fiqh Al-Bi’ah Berbasis Kecerdasan Naturalis: Tawaran Hukum Islam Terhadap Krisi Ekologi,” Al-’Adalah, vol. 12, no. 2, 2017.
[22] Yusuf Al-Qaradhawi, Al-Ijtihad Al-Mu’ashir. Beirut: Al-maktab Al-Islami, 1998.
[23] Syekh Abdullah al-Jadi’, Taisîri ‘Ilmi Ushûlil Fiqhi lil Jadi.’ Beirut: Dârul Minhâj, 2002.
[24] Jaser ‘Audah terj. ‘Ali Abdelmon’im, al-Maqasid untuk Pemula. Yogyakarta: Suka-Press UIN Sunan Kalijaga, 2013.
[25] Ulin Niam Masruri, “Pelestarian Lingkungan Dalam Perspektif Sunnah,” At-Taqaddum, vol. 6, no. 2, 2016.
[26] Muhammad bin Ismail bin Ibrahim Al-Mughirah Al-Bukhari, Sahih Al-Bukhari. kairo: Dar Al-Sya’ab, 1987.
[27] Ahmad Thohari, “Epistemologi Fikih Lingkungan: Revitalisasi Konsep Masalahah,” Az Zarqa’ J. Huk. Bisnis Islam, vol. 5, no. 2, 2013.

Diterbitkan

2024-09-25

Cara Mengutip

[1]
M. D. Faza, “FIKIH EKOLOGI: FORMULASI FIKIH UNTUK PELESTARIAN LINGKUNGAN MELALUI PENDEKATAN MAQASID SYARIAH”, alulum, vol. 11, no. 4, hlm. 397–408, Sep 2024.