DIMENSI KEISLAMAN MASYARAKAT BANTEN PADA PRAKTIK TAREKAT QADIRIYAH NAQSYABANDIYAH
DOI:
https://doi.org/10.31102/alulum.11.1.2024.91-102Kata Kunci:
Dimensi, Keislaman, TarekatAbstrak
Kajian tarekat Qadiriyah di Banten ini perlu untuk didalami dan diketahui melalui sebuah kajian dan penelitian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, teknik pengumpulan data melalui buku, jurnal, majalah, laporan dan sumber tulisan yang relevan dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) suluk yang merupakan proses awal mengenal Tuhan. 2) dzikir yang dikuatkan dalam lantunan qadariyah adalah pembacaan kalimat tauhid dengan cara berbeda yang diajarkan oleh guru. 3) membaca doa; Tarekat Qadiriyah menggunakan “Ibadallah Rijalallah”, 4) puasa merupakan puasa unik yang dilakukan siswa atas perintah guru. 5) manaqiban, yaitu pembacaan teks-teks yang berkaitan dengan kesetiaan terhadap kebaikan akhlak syekh Abdul Qadir al-Jailani. 6) hataman, kegiatan rutin yang dilakukan oleh tarekat qadiriyah secara bersama-sama. Implikasi penelitian bahwa praktek Tarekat Qadiriyah menjadi tradisi masyarakat Banten dan mengakar menjadi budaya yang tidak dapat ditinggalkan. Implikasi dari kegiatan penelitian ini adalah: 1) penguatan identitas keislaman local, 2) pengembangan Pendidikan agama, 3) pemahaman yang mendalan tentang pluralitas, 4) penggalakan program binaan dan pelatihan, 5) kontribusi terhadap pembangunan masyarakat, 6) penguatan jaringan kolaborasi dengan pihak terkait, 7) pengembangan literatur edukasi. Implikasi tersebut dapat dijadikan pandangan dasar dalam mendesain dan pengambilan sebuah keputusan.
Unduhan
Referensi
[2] H. Umam and I. Suryadi, “Sufism as a Therapy in the Modern Life,” Int. J. Nusant. Islam, vol. 7, no. 1, pp. 34–39, 2019, doi: 10.15575/ijni.v7i1.4883.
[3] I. Ridwan, I. Maisaroh, R. B. Rohimah, Suaidi, and Abdurrahim, STUDI Kebantenan Dalam Catatan Sejarah. Tangerang: Media Edukasi Indonesia, 2021.
[4] Syafruddin, “Tarekat Tijaniyah Di Kalimantan Selatan,” Al-Banjari J. Ilm. Ilmu-Ilmu Keislam., vol. 10, no. 1, pp. 59–82, 2011, doi: 10.18592/al-banjari.v10i1.930.
[5] L. H. Siregar, “Sejarah Tarekat dan Dinamika Sosial,” MIQOT J. Ilmu-ilmu Keislam., vol. 33, no. 2, pp. 169–187, 2009.
[6] Ulya, “Tasawuf dan Tarekat : Komparasi dan Relasi,” Esoterik, vol. 1, no. 1, pp. 146–165, 2015.
[7] Awaludin, “Sejarah Dan Perkembangan Tarekat Di Nusantara,” El-Afkar, vol. 5, no. 2, pp. 125–134, 2016.
[8] M. Nasrullah, “Tarekat Syadziliyah Dan Pengaruh Ideologi Aswaja Di Indonesia,” J. Islam Nusant., vol. 4, no. 02, pp. 237–244, 2020, doi: 10.33852/jurnalin.v4i2.225.
[9] K. Khoiril and S. Nasution, “Pembentukan Tarekat Dalam Islam,” JICC J. Islam. Cult. Civiliz., vol. 1, no. 1, pp. 1–20, 2022, doi: 10.31857/s013116462104007x.
[10] A. Tedy, “Filsafat Mistik dalam Tarekat,” El-Afkar, vol. 2, no. 2, pp. 342–357, 2022.
[11] S. Al Ayubi, “Agama dan Tradisi Lokal Banten,” Tajdid, vol. 24, no. 1, pp. 161–190, 2017.
[12] Ato’ullah, “JAWARA DALAM PERUBAHAN SOSIAL DI MASYARAKAT BANTEN,” J. Ilm. Mimb. Demokr., vol. 13, no. 2, p. 2014, 2014.
[13] Z. Mestika, Metode Penelitian Kepustakaan, 1st ed. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2008.
[14] H. Achyar et al., Buku Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif. Yogyakarta: Pustaka Ilmu Group, 2020.
[15] M. . Miles, M. . Huberman, and J. Saldana, Qualitative Data Analysis. London: Sage Publication, 2005.
[16] A. Fathan Abidi, “Kajian Literatur: Internalisasi Nilai-nilai Tasawuf dalam Ajaran Tarekat,” Palapa, vol. 9, no. 2, pp. 335–351, 2021, doi: 10.36088/palapa.v9i2.1494.
[17] M. Muslimah, “Sejarah Masuknya ISlam dan Pendidikan Islam Masa Kerajaan Banten periode 1552-1935,” J. Stud. Agama dan Masy., vol. 13, no. 1, pp. 136–162, 2017.
[18] M. Mu’min, “Sejarah Perkembangan Pendidikan Tasawuf (Studi Tariqah Qadiriyah wa Naqsabandiyah di Kudus Jawa Tengah),” Quality, vol. 4, no. 1, pp. 90–119, 2016.
[19] N. R. Busyro, Y. Yuliantoro, and A. Fikri, “Peran Syekh H. Imam Sabar Al-Kholidi dalam Perkembangan Tarekat Naqsyabandiyah di Onder Distrik Mandau Kerajaan Siak,” J. Humanit. Katalisator Perubahan dan Inov. Pendidik., vol. 8, no. 1, pp. 62–76, 2021, doi: 10.29408/jhm.v8i1.4607.
[20] M. Anas and M. Arif, “Tasawuf Falsafi Dan Implikasinya Dalam Pendidikan Islam,” J. Vicratina, vol. 3, no. 1, p. 1, 2018.
[21] Wardani & Nurjanis, “Metode Dzikir Tarekat Naqsyabandiah Dalam Mengatasi Stres Di Madrasah Suluk Jama’Atu Darussalam Desa Teluk Pulau Hulu,” J. Ris. Mhs. Dakwah dan Komun., vol. 1, no. 1, pp. 131–141, 2019.
[22] F. Rahmawan, “Reinterpretasi Pemaknaan Tasawuf Dan Tarekat Mu’Tabarah,” J. Al-Ashriyyah, vol. Volume 4, pp. 60–78, 2018.
[23] S. Rijal, “Kritik Ibnu Taimiyah Terhadap Tarekat,” J. Penelit. DAN Pemikir. Keislam., vol. 2, no. 1, pp. 57–67, 2015.
[24] A. R. Khamami, “Tasawuf Tanpa Tarekat: Pengalaman Turki dan Indonesia,” Teosof. J. Tasawuf dan Pemikir. Islam, vol. 6, no. 1, pp. 1–28, 2016, doi: 10.15642/teosofi.2016.6.1.1-28.
[25] Binti Wafirotun Nurika, “Nilai-Nilai Sosial Pada Pengamal Tarekat Naqsyabandiyah Desa Tawang Rejo Wonodadi Blitar,” Spiritualita, vol. 1, no. 1, pp. 19–28, 2017, doi: 10.30762/spr.v1i1.638.
[26] M. Salahudin and B. Arkumi, “Aplikasi Amalan Tarekat Qadiriyah Wa Naqsabandiyah Dan Hasilnya Sebagai Nilai Pendidikan Jiwa,” Esoterik, vol. 2, no. 1, pp. 65–79, 2017, doi: 10.21043/esoterik.v2i1.1619.
[27] M. Van Bruinessen, Kitab Kuning, Pesantren Dan Tarekat. Yogyakarta: Gading Publishing, 2015.
[28] Rosidi, “Konsep Adab Dalam Tradisi Tarekat: Suatu Telaah Epistemologis,” KACA (Karunia Cahaya Allah) J. Dialogis Ilmu Ushuluddin, vol. 11, no. 2, pp. 225–250, 2021.
[29] N. Faizah, “Menelisik Eksistensi Hukum Islam Pada Masa Kerajaan Banten,” J. Kaji. Huk. dan Sos., vol. 1, no. 1, pp. 1–13, 2021, [Online]. Available: http://ejournal.billfath.ac.id/index.php/projustice/article/view/107/100.
[30] M. H. S. & W. H. W. J. Wan Saleha Wan Sayed, “Institusi Tarekat Tasawuf Dalam Pemantapan Spiritual Insan,” Malaysian J. Islam. Stud., vol. 4, no. 2, pp. 55–66, 2020, [Online]. Available: https://journal.unisza.edu.my/mjis.
[31] M. Muafi, S. Supandi, and S. Syafrawi, “EFEKTIVITAS METODE TAMRINUL MUSABAQOH TILAWATIL KITAB (TMTK) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BELAJAR MEMBACA KITAB KUNING DI MADRASAH ALIYAH DINIYAH PUTRA PONDOK PESANTREN MIFTAHUL ULUM BETTET PAMEKASAN”, AHSANAMEDIA, vol. 9, no. 2, pp. 125-134, Jul. 2023.
[32] S. Supandi and A. Ahmadi, “PERAN GURU AKIDAH AKHLAK DALAM MEMBINA AKHLAK BAGI SISWA MADRASAH ALIYAH NOER FADILAH SUMBER PANJALIN AKKOR PALENGAAN PAMEKASAN”, j.edu.part, vol. 2, no. 2, pp. 87–98, Sep. 2023.
[33] K. Aini and S. Supandi, “PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN: Kajian Tematik Pendidikan Anak”, j.edu.part, vol. 2, no. 1, pp. 79–98, May 2023.
