THOMAS LUCKMANN: KONTRIBUSI SOSIOLOGI PENGETAHUAN DALAM STUDI ISLAM
DOI:
https://doi.org/10.31102/alulum.9.4.2022.417-432Kata Kunci:
Thomas Luckmann, Sosiologi pengetahuan, Studi IslamAbstrak
Kenyataan kehidupan sehari-hari oleh Luckman dianggap menampilkan diri sebagai kenyataan par excellence sehingga disebutnya sebagai kenyataan utama (paramount). Realitas bersifat fakta sosial, bersifat eksternal umum dan memiliki kekuatan memaksa kesadaran masing-masing individu, karena berada di luar individu dan berada di tatanan sosial. Sementara pengetahuan artinya keyakinan bahwa suatu fenomena yang riil dan memiliki karakteristik tertentu yakni realitas yang hadir dalam kesadaran individu, sehingga pengetahuan ini bersifat subyektif. Luckmann menggunakan proses dialektis yang dialami oleh manusia melalui tiga momen; eksternalisasi, obyektivasi, dan internalisasi. Momen-memen tersebut tidak selalu berlangsung dalam suatu urutan waktu, namun masyarakat dan tiap individu yang menjadi bagian darinya secara serentak dikarakterisasi oleh ketiga momen itu, sehingga analisa dari masyarakat harus melalui tiga momen tersebut. Kunci teori konstruksi realitas ini dipengaruhi oleh dialektika Hegel sebagaimana telah ditetapkan pada kolektivitas fenomena-fenomena oleh Marx. Dari sini diketahui bahwa sosiologi pengetahuan, terkhusus pada teori konstruksi sosial adalah bukan penawaran baru dari Berger dan Luckmann, namun teori ini adalah perkembangan teori yang telah ada sebelumnya. Teori konstruksi sosial ini berperan penting dalam mendialogkan kultur budaya ataupun tradisi keindonesian dalam studi keislaman, khususnya bila berbicara tentang Hukum Islamnya, sehingga Hukum Islam dengan pendekatan sosiologi khususnya dengan teori konstruksi sosial akan mengembalikan jargon Hukum Islam seabgai jargon sholihun likulli zamanin wa makanin tidak sekedar jargon kosong.
