MUTU PENDIDIKAN DAN MUTABA’AH YAUMIYAH DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA
Kata Kunci:
mutu Pendidikan, mutabaah yaumiyahAbstrak
Negara akan dilihat maju melalui kualitas sumber daya manusianya yang di hasilkan dari pendidikan. Tukisan ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang bagaimana perilaku guru dan pendidikan karakter mampu meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Pendidikan karakter bertujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan dan mutu pendidikan di sekolah yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter dan akhlaq mulia peserta didik secara utuh melalui amalan-amalan sehari hari dengan program mutaba’ah yaumiyah. Metode penelitian adalah menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologis karena ingin mendalami persoalan mutu Pendidikan dan pengaruhnya terhadap pembentukan karakter siswa di sekolah, adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah interview dengan beberapa informan yang peneliti anggap memiliki pengetahuan terkai dengan fenomena tersebut di atas, sedangkan observasi dan analisis data dokumentasi yang berupa beberapa literatur jurnal, buku dan media masa yang relevan digunakan untuk menguatkan data yang berhasi peneliti dapatkan di lapangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa mutu pendidikan berupa karakter mampu meningkatkan kualitas lulusan yang unggul, beragama, disiplin dan mandiri. Hasil penelitian ini memberikan implikasi bagi beberapa kalangan seperti: 1) bagi dunia Pendidikan, seperti pengembangan kurikulum, peningkatan profesionalisme guru, bahan evaluasi dan penguatan peran sekolah. 2) bagi masyarakat seperti peningkatan kualitas SDM, nilai social dan pencegahan problematika social. 3) bagi siswa, adalah pengembangan diri sisiwa, peningkatan motivasi belajar, persiapan motivasi belajar dan penataan masa depan.
Unduhan
Referensi
[2] A. Supandi, “PERAN GURU AKIDAH AKHLAK DALAM MEMBINA AKHLAK BAGI SISWA MADRASAH ALIYAH NOER FADILAH SUMBER PANJALIN AKKOR PALENGAAN PAMEKASAN,” J. Educ. Partn., vol. 2, no. 2, pp. 87–98, 2023, [Online]. Available: https://scholar.google.com/citations?view_op=view_citation&hl=id&user=jkE146oAAAAJ&sortby=pubdate&citation_for_view=jkE146oAAAAJ:j3f4tGmQtD8C.
[3] S. Mohammad Subhan, Metodologi Penelitian Kualitatif, Pertama. Malang: PT Literasi Nusantara Abadi Grup, 2023.
[4] WJS. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 2013.
[5] Aulia Muthiah, “Tanggung Jawab Pelaku Usaha kepada Kunsumen tentang keamaan pangan dalam perspektif hukum perlindungan konsumen,” Maranatha, vol. 7, no. 1, 2016.
[6] Z. A. Putri et al., “Pengaruh Persepsi Kegunaan , Persepsi Kemudahan, dan Persepsi Keamanan terhadap Minat Penggunaan BRI Mobile (Studi pada Masyarakat di Kota Malang),” e – J. Ris. Manaj., vol. 12, no. 02, pp. 1–18, 2023.
[7] S. Robiatul Adawiyah, “Peran Orang Tua dalam Pembentukan Moral Siswa di MTs Ash-Shiddiqi Kowel Pamekasan,” Ahsana Media, vol. 10, no. 1, pp. 104–114, 2024, [Online]. Available: https://scholar.google.com/citations?view_op=view_citation&hl=id&user=jkE146oAAAAJ&sortby=pubdate&citation_for_view=jkE146oAAAAJ:isC4tDSrTZIC.
[8] S. Marzuki, Pendidikan Nonformal-Dimensi dalam Keaksaraan Fungsional, Pelatihan dan Andragogi. Bandung: Remaja Rosda Karya, 2012.
[9] N. Zuliani and Habibati, “Penerapan Model Pembelajaran Everyone is a Teacher Here (ETH) untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Kimia Koloid Peserta didik Kelas IX IA di SMA Negeri 5 Banda Aceh,” Pendidikan, vol. 2, no. 1, 2016.
