STORYTELLING TO INCREASE EARLY CHILDHOOD RESPONSIBILITY IN RA AR-RAIHAN

Penulis

  • Aulia Qatrun Nada Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Lilis Qatrun Karyawati Universitas Singaperbangsa Karawang

DOI:

https://doi.org/10.31102/alulum.12.4.2025.407-412

Kata Kunci:

Tanggungjawab, Storytelling, Pendidikan Anak Usia Dini

Abstrak

Sikap tanggung jawab merupakan salah satu aspek penting dalam pembentukan karakter anak usia dini yang pada umumnya terbentuk melalui proses mengamati, meniru, serta pembiasaan dalam lingkungan keluarga, sekolah, maupun lingkungan bermain. Observasi awal di RA Ar-Raihan menunjukkan masih banyak anak yang belum menampilkan perilaku bertanggung jawab, seperti merapikan mainan setelah digunakan, menyelesaikan tugas hingga tuntas, meletakkan kembali barang pada tempatnya, serta berani mengakui kesalahan. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan meningkatkan sikap tanggung jawab anak melalui penerapan metode storytelling. Penelitian menggunakan pendekatan PTK yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi dan dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam perkembangan sikap tanggung jawab anak. Pada kondisi awal, sebagian besar anak masih berada pada kategori “belum berkembang” atau “mulai berkembang”. Setelah siklus I, terdapat peningkatan ke kategori “berkembang sesuai harapan” dan “berkembang sangat baik”. Pada siklus II, hasilnya lebih optimal, ditandai dengan tidak adanya anak yang berada pada kategori “belum berkembang”. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode storytelling efektif dalam meningkatkan sikap tanggung jawab anak usia dini, sekaligus memberikan kontribusi praktis bagi guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai karakter melalui strategi pembelajaran yang menyenangkan dan kontekstual.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Metode Proyek Pada Anak,” Cakrawala Dini J. Pendidik. Anak Usia Dini, vol. 9, no. 2, pp. 88–97, 2018, doi: 10.17509/cd.v9i2.10980.
[2] R. Ika, I. Jaya, and Yulsyofriend, “Pembentukan Karakter Tanggung Jawab Di Taman Kanak-Kanak Islam Budi Mulia Padang Retno,” vol. 4, no. 2, pp. 105–114, 2019.
[3] R. N. Harpelle, “Cooking Class:,” Negot. Identities Mod. Lat. Am., pp. 115–138, 2018, doi: 10.2307/j.ctv6cfqhh.11.
[4] S. Ramdhani, N. A. Yuliastri, S. D. Sari, and S. Hasriah, “Penanaman Nilai-Nilai Karakter melalui Kegiatan Storytelling dengan Menggunakan Cerita Rakyat Sasak pada Anak Usia Dini,” J. Obs. J. Pendidik. Anak Usia Dini, vol. 3, no. 1, p. 153, 2019, doi: 10.31004/obsesi.v3i1.108.
[5] A. Rukajat, Penelitian Tindakan Kelas, 1st ed. Yogyakarta, 2018.
[6] M. P. dan Suniasih, “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make-a Match Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif ( Bentuk , Warna , Ukuran Dan Pola ) Anak,” vol. 2, no. 1, 2014.
[7] N. Cahyati, “Penggunaan Media Audio Visual Terhadap Karakter Tanggung Jawab Anak Usia 5-6 Tahun,” J. Golden Age, vol. 2, no. 02, p. 75, 2018, doi: 10.29408/goldenage.v2i02.1033.

Diterbitkan

2025-09-25

Cara Mengutip

[1]
A. Q. Nada dan L. Q. Karyawati, “STORYTELLING TO INCREASE EARLY CHILDHOOD RESPONSIBILITY IN RA AR-RAIHAN”, alulum, vol. 12, no. 4, hlm. 407–412, Sep 2025.