DAMPAK DRAMA KOREA TERHADAP PENDIDIKAN AKHLAK REMAJA DI PERUM TAMAN SINGAPERBANGSA TELUKJAMBE TIMUR KARAWANG
DOI:
https://doi.org/10.31102/alulum.11.1.2024.58-67Kata Kunci:
Dampak Drama Korea, Pendidikan Akhlak, Perilaku Remaja.Abstrak
Dalam Islam pendidikan karakter sangatlah penting untuk masa depan seorang anak, karena itu sejak usia dini anak sudah diajarkan agar memiliki akhlak yang baik. Namun saat beranjak remaja, mereka akan menemukan banyak hal yang membuat mereka goyah, mereka mulai merubah apa yang sudah tertanam dalam diri mereka salah satunya dengan menonton drama Korea, hal ini memberikan berpengaruh terhadap pendidikan akhlak remaja, banyak dari mereka yang lebih memilih menunda Ibadahnya karena mereka terlalu fokus dengan drama Koreanya. Kemudian banyak dari mereka juga yang meniru perilaku karakter drama Korea seperti cara berpakaian, aksesoris, makanan hingga menggunakan bahasa Korea dalam kehidupan sehari-hari nya. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi kontruksi sosial. Pengambilan data menggunakan wawancara dan observasi kepada remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Drama Korea memberikan dampak yang signifikan kepada pendidikan akhlak remaja, 2) Dengan menonton drama Korea banyak remaja yang lalai terhadap Ibadahnya, mengikuti cara berpakaian orang Korea, terbawa emosional dengan cerita di dalamnya hingga hingga menjadi sering menggunakan bahsa Korea. Implikasi dari penelitian ini adalah: 1) peningkatan kesadaran akhlak, 2) edukasi orang tua dan pendamping remaja, 3) pengembangan materi Pendidikan, 4) pengawasan media social, 5) pengembangan literasi media, 6) promosi bidaya local, 7) kolaborasi sekolah dan keluarga.
Unduhan
Referensi
[2] Muhammad Ali, Psikologi Remaja Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Bumi Aksara, 2010.
[3] T. Angelicha, “Dampak Kegemaran Menonton Tayangan Drama Korea Terhadap Perilaku Remaja,” J. Educ. Psychol. Couns., vol. 2, no. 1, 2020.
[4] M. . Dr. Amir Hamzah, Metode Penelitian Fenomenologi Kajian Filsafat dan Ilmu Pengetahuan. Malang, 2020.
[5] M. Jannah, “REMAJA DAN TUGAS-TUGAS PERKEMBANGANNYA DALAM ISLAM,” Psikoislamedia J. Psikol., vol. 1, no. 1, 2017, doi: 10.22373/psikoislamedia.v1i1.1493.
[6] R. Masykur, Teori Dan Telaah Pengembangan Kurikulum. Aura Publisher, 2019.
[7] N. F. Abdul Kosim, Pendidikan Agama Islam Sebagai Core Ethical Values Untuk Perguruan Tinggi Umum. 2018.
[8] F. K. Simbar, “Fenomena Konsumsi Budaya Korea Pada Anak Muda Di Kota Manado,” HOLISTIK, J. Soc. Cult., vol. 10, no. 18, 2016.
[9] R. P. Prasanti and A. I. N. Dewi, “Dampak Drama Korea (Korean Wave) terhadap Pendidikan Remaja,” Lect. J. Pendidik., vol. 11, no. 2, 2020, doi: 10.31849/lectura.v11i2.4752.
[10] M. Muafi, S. Supandi, and S. Syafrawi, “EFEKTIVITAS METODE TAMRINUL MUSABAQOH TILAWATIL KITAB (TMTK) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BELAJAR MEMBACA KITAB KUNING DI MADRASAH ALIYAH DINIYAH PUTRA PONDOK PESANTREN MIFTAHUL ULUM BETTET PAMEKASAN”, AHSANAMEDIA, vol. 9, no. 2, pp. 125-134, Jul. 2023.
[11] S. Supandi and A. Ahmadi, “PERAN GURU AKIDAH AKHLAK DALAM MEMBINA AKHLAK BAGI SISWA MADRASAH ALIYAH NOER FADILAH SUMBER PANJALIN AKKOR PALENGAAN PAMEKASAN”, j.edu.part, vol. 2, no. 2, pp. 87–98, Sep. 2023.
[12] K. Aini and S. Supandi, “PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN: Kajian Tematik Pendidikan Anak”, j.edu.part, vol. 2, no. 1, pp. 79–98, May 2023.
