PERAN GURU DALAM PENANAMAN NILAI-NILAI AKHLAQ PELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM PADA SISWA KELAS VII SMPIT AT-TAUBAH KARAWANG
DOI:
https://doi.org/10.31102/alulum.9.3.2022.231-239Kata Kunci:
Peran Guru, Nilai-nilai Akhlaq, Sejarah Kebudayaan IslamAbstrak
Menanamkan nilai- nilai akhlaq di masa modern ini ialah sesuatu perihal yang semestinya menemukan kepedulian lebih, mengingat akhir- akhir ini kemerosotan akhlaq kerap terjalin, mirisnya tidak cuma pada orang berusia tetapi pula pada anak muda apalagi sampai kanak- kanak. Perihal ini bisa dilihat dari keluhan sebagian orang tua, warga dan orang- orang yang terletak di area sekolah tersebut mengantarkan bahwasanya kemerosotan akhlaq jua berlangsung pada partisipan didik. Sebaliknya esensi dari pembelajaran merupakan terbentuknya akhlaq yang mulia pada diri tiap peserta didik. Secara materi bahwa pelajaran Sejarah Kebudyaan Islam adalah cerita dari masa lalu, tetapi cakupannya tidak sesempit yang dibahas. Ini mencakup budaya yang sebagian besar tercermin dalam seni, sastra, agama, dan bahkan moral. Ketika mempelajari sejarah budaya Islam, seringkali guru tidak dapat menghubungkan bahan ajar dengan tujuan pembelajaran. Guru memasuki kelas dan langsung menceritakan dan membacakan cerita sejarah. Guru lupa bahwa kegiatan belajar di kelas adalah kegiatan belajar dengan tujuan yang jelas. Tujuan pembelajaran guru tidak hanya menghabiskan waktu berjam-jam pada mata pelajaran, tetapi juga mengajak siswa untuk berkembang secara intelektual. Di sisi lain, pembelajaran membentuk perubahan positif bagi siswa baik dalam pengetahuan, keterampilan maupun pembentukan sikap dan perilaku setelah proses pembelajaran. Sehubungan dengan masalah tersebut penulis ingin mengkaji “Peran Guru Dalam Penanaman Nilai-Nilai Akhlaq Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Pada Siswa Kelas Vii Smpit At-Taubah Karawang.”
