GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN DISPEPSIA DI KLINIK PRATAMA AN-NUR PEGANTENAN KABUPATEN PAMEKASAN

Authors

  • Taufiq Taufiq Universitas Islam Madura
  • Syaifiyatul H Universitas Islam Madura
  • Achmad Faruk Alrosyidi Universitas Islam Madura

DOI:

https://doi.org/10.31102/attamru.2023.4.2.109-117

Keywords:

Gambaran, Dispepsia, Klinik An-nur

Abstract

Dispepsia merupakan kumpulan gejala seperti rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan yang bisa dirasakan oleh seseorang terutama dirasakan di bagian epigastrium (perut bagian atas), serta terdapat rasa mual, muntah, cepat kenyang, sendawa, perut kembung, dan perut terasa penuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran penggunaan obat pada pasien dispepsia di klinik pratama an-nur. Metode penelitian menggunakan Penelitian deskriptif kuantitatif secara retrospektif dengan desain teknik pengambilan yaitu Purposive Sampling. Sampel dari penelitian diperoleh dari resep pasien dispepsia di Klinik Pratama An-nur. Penderita terbanyak dispepsia berjenis kelamin perempuan yaitu 66 orang (73%), masa lansia awal usia 46–55 dengan jumlah 28 pasien (31%). Golongan obat yang banyak pemakaian yaitu antasida tablet (34%), dengan frekuensi 3x1 sebayak 41 resep (46%). Golongan PPI dengan jenis obat omeprazole 20 mg kombinasi dengan antasida tablet 24 pasien (27%). Bentuk sediaan yang paling banyak digunakan adalah sediaan antasida tablet hal ini di karenakan kepraktisan dalam penggunannya dan juga ke untungan dalam bentuk tablet kunyah adalah apabila tablet di kunyah terlebih dahulu sebelum di telan, maka penetralan asamnya menjadi lebih baik, karena aktivitas suatu antasida berhubungan dengan ukuran partikelnya. Pasien yang menderita penyakit dispepsia terbanyak adalah perempuan dengan usia 46–55, golongan obat yang banyak digunakan yaitu antasida tablet.

Downloads

Published

2023-12-18

How to Cite

Taufiq, T., H, S., & Alrosyidi, A. F. (2023). GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN DISPEPSIA DI KLINIK PRATAMA AN-NUR PEGANTENAN KABUPATEN PAMEKASAN. Jurnal Ilmiah Farmasi Attamru (JIFA), 4(2), 109–117. https://doi.org/10.31102/attamru.2023.4.2.109-117

Most read articles by the same author(s)