Kemampuan Berpikir Reflektif Dalam Memecahkan Masalah Matematika Ditinjau Dari Gaya Kognitif
DOI:
https://doi.org/10.31102/zeta.2020.5.1.8-15Keywords:
Kemampuan Berpikir Reflektif, Memecahkan Masalah, Gaya KognitifAbstract
ABSTRAK
Kemampuan berpikir reflektif adalah kesanggupan berpikir siswa menghubungkan pengetahuan sebelumnya untuk memperoleh permasalahan baru dalam menyelesaikan masalah. Tujuan penelitian untuk deskripsi kemampuan berpikir reflektif dalam memecahkan masalah matematika dengan setiap siswa memiliki kemampuan dan cara berbeda-beda dalam gaya kognitif yaitu field independent dan field dependent. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif dilaksanakan di kelas XI. Penelitian ini menggunakan triangulasi teknik yaitu siswa menyelesaikan soal TMM dengan think aloud dan introspection untuk dibandingkan dengan hasil wawancara setelah siswa mengerjakan soal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa subjek bergaya jenis field independent memiliki kemampuan berpikir reflektif yang memenuhi fase setiap indikator adalah reacting (berpikir untuk aksi), comparing (berpikir untuk evaluasi) dan contemplating (berpikir untuk inkuiri kritis) sedangkan subjek jenis field dependent tidak mengalami kamampuan berpikir reflektif. Temuan lain dari hasil penelitian kemampuan berpikir reflektif ada perbedaan gaya kognitif (subjek field independent) kedua memiliki daya ingat memahami dengan menghubungkan pengetahuan sebelumnya untuk menemukan permasalahan baru dari pada (subjek field dependent) pertama.
Downloads
References
Ellianawati, R. D., & Sabandar, J. (2015). Berpikir Reflektif sebagai Proses Berpikir Kritis dan Kreatif: Suatu Tinjauan pada Konteks Keterampilan Mahasiswa dalam Proses Penyelesaian Masalah Fisika Matematika. In Makalah Seminar Nasional IPA VI di Hotel Grasia.
Gurol, A. (2011). Determining the reflective thinking skills of preservice teachers in learning and teaching proses. Energy Education Science and Technology Part B: Social and Educational Studies, 3(3), 387-402.
Jannah, M., Widadah, S., & Fachrudin, A. D. PROFIL BERPIKIR REFLEKTIF SISWA SMA DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN MATEMATIKA. Repository STKIP PGRI Sidoarjo.
Basey, Sam. W & Umoren, Grace. (2009). Cognitive Styles, Secondary School Students’ Attitude And Academic Performance In Chemsitry In Akwalbom State. Nigeria.
Nindiasari, H., Kusumah, Y. S., Sumarmo, U., & Sabandar, J. (2014). Pendekatan metakognitif untuk meningkatkan kemampuan berpikir Reflektif Matematis Siswa SMA. Edusentris, 1(1), 80-90.
Ngilawajan, D. A. (2013). Proses berpikir siswa SMA dalam memecahkan masalah matematika materi turunan ditinjau dari gaya kognitif field independent dan field dependent. PEDAGOGIA: Jurnal Pendidikan, 2(1), 71-83.
Ngalim, P. (2011). Evaluasi hasil belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Puspanada, D. R., & Suriyah, P. (2017). Analisis Faktor pada Group Embbeded Figures Test untuk Mengukur Gaya Kognitif. In Seminar Matematika dan Pendidikan Matematika (pp. 225-230).
Prasetyowati, D., & Kartinah, K. (2019). Berpikir Reflektif Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Pgri Semarang Ditinjau Dari Gaya Kognitif Field Dependent. Jurnal Silogisme: Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya, 3(2), 43-47.
Rahmawati, S. U., & Merona, S. P. (2019). BERPIKIR REFLEKTIF SISWA BERDASARKAN GAYA KOGNITIF FIELD INDEPENDENT DAN FIELD DEPENDENT. EDUPEDIA, 3(2), 117-129.
Rhaudyatun, A. (2017). Pengaruh Metode Cornell Note-Taking Terhadap Kemampuan Berpikir Reflektif Matematis Siswa (Bachelor's thesis, Jakarta: FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta).
Sabandar, J. (2013). Berpikir Reflektif dalam Pembelajaran Matematika. Jurnal Prodi Pendidikan Matematika Sekolah Pascasarjana UPI.
Solso, Robert, L. (1998) Cognitive Psychology. Boston: Allyn and Bacon.
Surbeck, E., Han, E. P., and Moyer, J. (1991) “Assessing Reflective Responses in Journals”. Educational Leadership 48 (March 1993): 25-27. (EJ 422 850).
Widadah, S. (2015). PROFIL KONFLIK KOGNITIF DALAM MEMECAHKAN MASALAH DENGAN INTEVENSI DITINJAU DARI PERBEDAAN GENDER. Jurnal Edukasi, 1(2), 157-180.


