Program Serang Hijau sebagai Upaya Pemberdayaan Lingkungan di Kampung Ambon Margaluyu
DOI:
https://doi.org/10.31102/darmabakti.2025.6.02.268-276Kata Kunci:
Serang Hijau, Pemberdayaan, Penghijauan, Ketahanan Pangan Lokal, PARAbstrak
Program Serang Hijau dilaksanakan di Kampung Ambon, Desa Margaluyu sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan ketahanan pangan lokal. Kegiatan ini bertujuan mengedukasi dan melibatkan warga melalui distribusi, penanaman, dan monitoring bibit pertanian. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahap kegiatan. Bibit jagung, cabai, timun, dan pare ditanam dengan monitoring tiga kali seminggu selama 40 hari. Hasilnya menunjukkan partisipasi masyarakat yang berkelanjutan, pertumbuhan bibit sesuai target meskipun terdapat kendala pada sebagian tanaman pare, serta meningkatnya kesadaran warga terhadap pentingnya penghijauan.
Unduhan
Referensi
Artanti, M. D., Suharto, D. G., & Haryanti, R. (2023). The effectiveness of the implementation of the urban farming program in Indonesia. Journal of Social Science (JoSS), 2(6), 533–542.
Astuti, R., Saputra Aji, W., & Ali, F. H. (2022). Pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan penghijauan dalam rangka pembentukan karakter peduli lingkungan di Gumukrejo Kedunglengkong Simo Boyolali. Proceeding Biology Education Conference, 19(1), 190–194.
Billah, M. M. (2025). Urban agriculture for environmental sustainability: community gardens in urban areas. Journal of Environmental & Social Health Solutions, 2025.
Dewi, R. S., & Purwanto, A. (2024). Urban agriculture as a strategy for environmental greening and food security in Makassar City. Jurnal Kota & Lingkungan, 7(2), 101–115.
Fauzia, A. (2024). Economic valuation of ecosystem services in urban agriculture. Journal of Environmental & Social Studies, 2024.
Giyarsih, S. R. (2024). Interrelation of urban farming and urbanization: evidence from Palembang, Bandung, and Denpasar. Frontiers in Built Environment / Frontiers, 2024.
Hasanah, U., & Fadli, R. (2023). Community participation in urban garden projects in Jakarta: challenges and opportunities. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Indonesia, 5(3), 220–235.
Miftah, F. (2025). Characteristics and strategies of rooftop farming in Jakarta. Jurnal Isu Pembangunan dan Perkotaan, 2025.
Mutakabbir, A., Nihaya, H., Yusuf, N. M., Tri, A. D. A., & Ambarwati. (2025). Pengantar metodologi penelitian Participatory Action Research (PAR). Jurnal Metodologi dan Penelitian, 17, 302.
Nor Amelia, R., Imroatun Khasanah, E., & Novitasari, D. (2024). Optimalisasi kebun gizi untuk menjaga ketahanan pangan bagi keluarga di Desa Klumpit. Gusjigang: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 8–14.
Putri, M., & Santosa, A. (2024). Evaluasi kebun gizi partisipatif dan pengaruhnya terhadap ketahanan pangan keluarga di Bandung. Jurnal Pangan dan Gizi, 3(2), 45–58.
Ramadhani, A., & Safitri, D. (2023). The role of youth leadership in maintaining green spaces in residential areas. Jurnal Lingkungan & Partisipasi, 8(1), 30–44.
Rusli, T., & Shahnaz, D. T. (2024). Pengantar metodologi pengabdian. Jurnal Pengabdian & Pemberdayaan Masyarakat, 4(2), 45–55.
Sintawati, N. (2024). Pemberdayaan masyarakat melalui kebun gizi untuk meningkatkan ketahanan pangan. Jurnal Agrikultural & Sosial, 12, 92–97.
Sulistyowati, C. A. (2023). Potensi pertanian berbasis dukungan komunitas sebagai strategi pengembangan pertanian berkelanjutan.
Utami, F., Parikesit, & Withaningsih, S. (2024). Konsep pengelolaan kebun campuran dalam rangka penyediaan bahan baku tradisional, konservasi keanekaragaman hayati dan penyimpanan karbon. Jurnal Ilmu Lingkungan, 22(4), 868–877.
Valerio, M. A., Rodriguez, N., Winkler, P., Lopez, J., Dennison, M., Liang, Y., & Turner, B. J. (2016). Comparing two sampling methods to engage hard-to-reach communities in research priority setting. BMC Medical Research Methodology, 16(1), 1–11.
Wira Bharata, et al. (2023). Budidaya tanaman hortikultura sebagai perwujudan ... Darmabakti: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 4(1), 64–69.
