EFEKTIVITAS PENDAMPINGAN IBU HAMIL RISIKO TINGGI OLEH KADER KESEHATAN DALAM PENCEGAHAN KEK
DOI:
https://doi.org/10.31102/bidadari.2026.9.1.49-55Keywords:
Pendampingan;, Ibu Hamil;, Kader Kesehatan;, KEK ;Abstract
Angka Kematian Ibu merupakan indicator fundamental dalam menilai derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat suatu Negara. WHO (2023) melaporkan rasio kematian ibu global mencapai 189 per 100.000 kelahiran hidup. Penyebab kematian ibu karena kehamilan risiko tinggi salah satunya adalah kekurangan Energi Kronis. KEK pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan serius yang meningkatkan masalah morbiditas dan mortalitas maternal serta bayi. Meskipun program intervensi telah tersedia, tetapi tingkat kepatuhan ibu hamil risiko tinggi terhadap asupan nutrisi dan pemeriksaan kehamilan masih rendah. Kader kesehatan memiliki peran strategis sebagai perpanjangan tangan medis, namun efektivitas pendampingan mereka dalam mengubah status gizi ibu hamil secara spesifik perlu dibuktikan lebih lanjut. Penelitian ini menggunakan desain Quasi – experimental dengan pendekatan pre dan post test control group design. Sampel terdiri dari 60 ibu hamil risiko tinggi yang dibagi menjadi kelompok intervensi (mendapat pendampingan intensif kader) dan kelompok control (mendapat pelayanan standar puskesmas). Pendampingan dilakukan selama 3 bulan melalui kunjungan rumah rutin, edukasi gizi dan pemantauan konsumsi PMT (Pemberian Makanan Tambahan). Data dianalisis menggunakan Uji Paired T-Test dan Independent T-Test untuk melihat perubahan Lingkar Lengan Atas (LiLa) dan berat badan. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa pendampingan berpengaruh secara signifikan terhadap rata – rata skor ibu (p=0,001), di mana ibu setelah dilakukan pendampingan selama 3 bulan ada perubahan Lingkar Lengan Atas (LiLa) (p=0,001), namun jika di bandingkan antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol, selisih skor perubahan LiLa sebelum dan sesudah pendampingan tidak berbeda secara signifikan (p=0,124). Oleh karena itu, pendampingan ibu hamil oleh kader kesehatan dapat dilanjutkan secara berkesinambungan.
Downloads
References
[1] D. Kurniawan, F. Ferry, dan V. Basyir, “in the city of Padang in 2021The relationship between the level of knowledge and attitudes with the behavior of pregnant women in recognizing the danger signs of pregnancy in the city of Padang in 2021,” ANDALAS Obstet. Gynecol. J., hal. 159–166, 2021.
[2] A. Rizkianti, “Efektivitas Program Pendampingan Ibu Hamil terhadap Peningkatan Sikap Ibu tentang Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir di Tujuh Kabupaten / Kota di Indonesia,” Media Penelit. dan Pengemb. Kesehat., vol. 32, no. 1, hal. 87–98, 2022.
[3] M. Jannah, E. Surani, dan R. S. Dewi, “Hubungan Pengetahuan , Sikap , dan Perilaku Ibu Hamil Terhadap Kehamilan Risiko Tinggi,” SEHATRAKYAT (Jurnal Kesehat. Masyarakat), vol. 2, no. 1, hal. 131–140, 2023, doi: 10.54259/sehatrakyat.v2i1.1506.
[4] M. Ahyanti, “MASYARAKAT SEHAT MELALUI PENGUATAN PERAN KADER SEBAGAI AGEN PEMBERDAYAAN KESEHATAN MASYARAKAT,” J. Kreat. Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 8, no. 5, hal. 2696–2706, 2025.
[5] N. Indrasari, W. Aliyanto, dan I. Trianingsih, “Analysis of Demographic Factors Affecting Exclusive Breastfeeding Success among Breastfeeding Mothers,” J. Kesehat. Poltekes Tanjungkarang, vol. 15, no. 3, 2024.
[6] S. Utami, Rekawati, S. Jeniawaty, Sukesi, dan N. K. Sujati, “PEMBERDAYAAN KADER DALAM PEMANTAUAN TUMBUH KEMBANG ANAK MELALUI BUKU KIA DI KELURAHAN WONOAYU KABUPATEN SIDOARJO,” J. Kreat. Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 7, hal. 4424–4439, 2024.
[7] H. S. Sitompul, N. Susanti, dan C. C. Munthe, “DINI FAKTOR RISIKO KEHAMILAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GLUGUR DARAT , KECAMATAN MEDAN TIMUR Effectiveness of Health Cadre Empowerment in the Early Detection of Pregnancy Risk Factors in the Working Area of Glugur Darat Public Health Center , Medan Timur ,” J. Healthc. Technol. Med., vol. 11, no. 2, hal. 1–4, 2025.
[8] L. D. Prafitri, S. Suparni, dan G. Setianto, “Pendampingan Ibu Hamil Dalam Upaya Deteksi Dini Resiko Tinggi Kehamilan,” J. Community Dev., vol. 5, no. 3, hal. 423–433, 2025.
[9] H. Hasyim et al., “Faktor Faktor yang Berhubungan Dengan Kekurangan Energi Kronik ( KEK ) pada Ibu Hamil ( Literatur Review ) Review ),” JIK (Jurnal Ilmu Kesehatan), vol. 7, no. 1, hal. 87–92, 2023.
[10] T. D. Adfar et al., “KRONIS TERHADAP PENINGKATAN STATUS GIZI The Effectiveness of Assistance For Pregnant Women With Chronic Energy Deficiency Towards Increasing Nutrition Status Program Studi Gizi , Fakultas Ilmu Kesehatan , Universitas Perintis Indonesia , Salah satu sasara,” J. Pangan Kesehat. dan Gizi JAKAGI, vol. 2, no. April, hal. 37–47, 2022.
[11] I. Yulianti, Rusmiati, Prilisnia, N. Yurike, Johan, dan R. Bintangdari, “Determinan kejadian Kurang Energi Kronis (KEK) pada kehamilan di Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara,” J. Kebidanan Indones., vol. 16, no. 2, hal. 114–126, 2025.
[12] S. R. Tempali dan Ikrawati, “Gambaran karakteristik ibu hamil yang mengalami kurang energi kronis (kek) pada ibu hamil,” Napande J. Bidan, vol. 2, no. 2, hal. 54–63, 2023, doi: 10.33860/njb.v2i2.2925.
[13] Rostinah, W. R. Hidayani, dan Mujiburahman, “Pendampingan dan Pemeriksaan Ibu Hamil Risiko Tinggi,” Bul. Ilmu Kebidanan dan Keperawatan, vol. 2, no. 03, hal. 100–109, 2023, doi: 10.56741/bikk.v2i03.173.
[14] Indriani dan Stefanicia, “Faktor-Faktor Kejadian KEK pada Ibu Hamil di Daerah Aliran Sungai ( DAS ) Factors in the Incident of Chronic Energy Deficiency on Pregnant Women in River Flow Area,” J. Surya Med., vol. 10, no. 2, hal. 219–231, 2024.
[15] N. Indrasari, A. Fikri, A. Rahmadi, dan Y. N. Khoiriyah, “Peningkatan kemampuan kader dalam pendampingan ibu hamil hingga menyusui dua tahun berbasis buku KIA dan media edukasi booklet,” J. Public Heal. Concerns, vol. 5, no. 11, hal. 881–888, 2026.










