STUDI KASUS PADA AKSEPTOR KONTRASEPSI SUNTIK PROGESTIN DENGAN AMENOREA DAN PENAMBAHAN BERAT BADAN DI WILAYAH PUSKESMAS KLAMPIS BANGKALAN
DOI:
https://doi.org/10.31102/bidadari.2026.9.2.66-74Keywords:
Kontrasepsi Suntik Progestin, Amenorea, Penambahan Berat BadanAbstract
Kontrasepsi suntik progestin merupakan salah satu jenis kontrasepsi yang mengandung hormon depo medroxyprogesterone acetate yang mengandung 150 mg/ml. Kontrasepsi suntik progestin ini diberikan setiap 3 bulan atau 12 minggu. Salah satu efek samping dari kontrasepsi suntik progestin berupa amenorea dan penambahan berat badan. Tujuan studi kasus untuk mendapatkan gambaran kejadian akseptor kontrasepsi suntik progestin dengan amenorea dan penambahan berat badan. Metode studi kasus yang digunakan multiple case design, dengan subjek dua responden kontrasepsi suntik progestin yang mempunyai efek samping amenorea dan penambahan berat badan. Pengambilan data dilakukan pada bulan April 2024 di wilayah Puskesmas Klampis. Data dilkumpulkan dengan teknik wawancara menggunakan kuesioner, dan studi dokumentasi dan selanjutnya di analisa data menggunakan deksriptif kualitatif. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa kedua responden mengalami peningkatan berat badan, amenorea. Aktifitas pada responden 1 dan responden 2 memiliki aktifitas yang sama yaitu sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT). Lama pemakaian kedua responden lebih dari 12 bulan. Kedua responden menerima efek samping amenorea dan penambahan berat badan. Lama pemakaian kontrasepsi suntik progestin dan aktifitas sehari-hari mempunyai keterkaitan dengan kejadian amenorea dan penambahan berat badan. Sehingga diperlukan untuk pengaturan pola makan, aktifitas sehari-hari dan diberikan edukasi tentang MKJP non hormonal.
Downloads
References
[1] R. Matahari, F. P. Utami, and S. Sugiharti, “Buku Ajar Keluarga Berencana Dan Kontrasepsi,” Pustaka Ilmu, vol. 1, p. viii+104 halaman, 2018.
[2] N. Aini, N. Hotimah, M. Jalaluddin, E. Rosita, and A. Muzayin, “Layanan Bimbingan Pranikah untuk Meningkatkan Kesiapan Calon Pengantin,” Syiar J. Komun. dan Penyiaran Islam, vol. 4, no. 1, pp. 1–14, 2024, doi: 10.54150/syiar.v4i1.328.
[3] N. R. Kusnadi, W. Rachmania, and F. D. Pertiwi, “Faktor- Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemilihan Metode Kontrasepsi Suntik Pada Peserta Kb Aktif Di Kelurahan Mekarwangi Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor Tahun 2019,” Promotor, vol. 2, no. 5, pp. 402–409, 2019, doi: 10.32832/pro.v2i5.2528.
[4] I. M. Apriliani, N. P. Purba, L. P. Dewanti, H. Herawati, and I. Faizal, “Efek Samping Penggunaan Kontrasepsi Suntik,” Indones. J. Heal. Promot., vol. 6, no. 9, pp. 56–61, 2021.
[5] M. S. Hidayah and Y. Maryanti, “The Relationship Between the Use of Contraceptives and Menstrual Cycle Disorders in Couples of Childbearing Age (PUS) at Puskesmas Piyungan Bantul Yogyakarta Year 2021,” J. Heal., vol. 10, no. 1, pp. 001–008, 2023, doi: 10.30590/joh.v10n1.445.
[6] N. G. Fenniokha, S. Susilawati, D. Kurniasari, and Y. Evayanti, “Kontrasepsi Suntik 3 Bulan Mempengaruhi Kenaikan Berat Badan Ibu,” Midwifery J., vol. 2, no. 3, pp. 103–111, 2022.
[7] F. N. Rohmah and F. Ariyana, “Types of Menstruation Cycle Disorders Based on Long,” vol. 12, no. 1, pp. 95–100, 2022.
[8] N. J. Ns. Jumrana, “Pengaruh Pemakaian Kontrasepsi Suntik DMPA Terhadap Peningkatan Berat Badan Pada Akseptor KB Di Puskesmas Tompobulu Gowa,” Media Publ. Promosi Kesehat. Indones., vol. 3, no. 2, pp. 162–167, 2020, doi: 10.56338/mppki.v3i2.1087.
[9] S. N. Ulfah and N. S. Jayanti, “Hubungan Karakteristik Ibu dengan tingkat Pengetahuan Akseptor Tentang Penggunaan KB Suntik di Puskesmas Kecamatan Ciledug,” IMJ (Indonesian Midwifery Journal), vol. 3, no. 2, pp. 11–18, 2020.
[10] O. Trijayanti, L. D. Afriyani, H. Rusmayani, U. Khasanah, and A. Ulmi, “Literatur Review Hubungan Usia dengan Pemilihan Alat Kontrasepsi,” J. Kebidanan, vol. 1, no. 2, pp. 886–891, 2022.
[11] R. P. Sari, “Hubungan Karakteristik dengan Kenaikan Berat Badan Akseptor Keluarga Berencana Suntik Depo-Medroxyprogesterone Acetate (DMPA),” J. Interprofesi Kesehat. Indones., vol. 2, no. 4, pp. 374–385, 2023, doi: 10.53801/jipki.v2i4.82.
[12] Nurbaity and Dona Trisundari, “Hubungan Pengetahuan Dan Paritas Ibu Dengan Penggunaan Kb Suntik Di Pmb Zuniawati Palembang Tahun 2021,” J. Kesehat. dan Pembang., vol. 13, no. 25, pp. 108–116, 2023, doi: 10.52047/jkp.v13i25.234.
[13] A. Khoiriah, “HHubungan Penambahan Berat Badan pada Akseptor Kontrasepsi Hormonal di BPM Zuniawati Palembang,” J. Kesehat., vol. 7, no. 2, p. 271, 2016, doi: 10.26630/jk.v7i2.200.
[14] S. D. Solang, R. Dompas, and D. A. Bitjara, “Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Berat Badan pada Akseptor Kontrasepsi Suntik di Puskesmas Ranotana Weru Kecamatan Wanea Kota Manado,” J. Kebidanan Poltekkes Kemenkes Manad., no. November, pp. 567–574, 2017.
[15] N. Ningtiyasari, “Hubungan Kontrasepsi Hormonal dengan Perubahan Pola Haid Pada Akseptor KB Hormonal di BPM Yayuk Wahyu Kabupaten Tulungagung,” J. ’Aisyiyah Med., vol. 2, no. 6, pp. 231–240, 2018.
[16] A. Suryaning, “Hubungan Lama Penggunaan KB Suntik 3 Bulan Terhadap Kejadian Amenorea Pada IbuDi TPMB Domingas M.L.S.O Surabaya,” Gema Bidan Indones., vol. 10, pp. 90–94, 2021.
[17] I. Noviati, K. R. R. Bakri, and S. Rahayu, “Manajemen Asuhan Kebidanan Keluarga Berencana pada Ny ‘J’ Akseptor KB Suntik 3 Bulan dengan Kenaikan Berat Badan di PMB Hj. Nurhaedah Kab. Bone,” J. Midwifery, vol. 1, no. 2, pp. 68–78, 2023, doi: 10.24252/jmw.v5i1.35482.
[18] I. N. I. Sari, N. Hikmawati, and S. Wahyuningsih, “Hubungan Pengetahuan Akseptor KB Suntik 3 Bulan (DMPA) Dengan Perilaku Penanganan Efek Samping di Puskesmas Klakah Kecamatan Klakah Lumajang,” J. Nurs. Updat., vol. 14, no. 3, pp. 358–363, 2023.
[19] A. Nur Diana, E. Deviany Widyawaty, and Sumaliyah, “Solusi penanganan risiko kehamilan yang tidak dikehendaki,” J. Ilm. Obs., vol. 14, no. 3, pp. 123–137, 2022.











