Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Imunisasi Lanjutan Pada Balita Di Kelurahan Nenang Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara
DOI:
https://doi.org/10.31102/bidadari.2024.7.1.10-21Keywords:
Advanced Immunization, Education, Employment, Family SupportAbstract
Imunisasi merupakan usaha untuk memperteguh atau memperkuat sistem kekebalan seseorang terhadap suatu penyakit, sehingga saat terserang penyakit hanya mengalami sakit ringan. Menurut data rekapitulasi cakupan imunisasi di Kelurahan Nenang sebesar 81,7% dan masih terbilang rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status imunisasi lanjutan di Kelurahan Nenang Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara. Desain penelitian menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian dilakukan di Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara, melibatkan klinik, dan 5 posyandu yang berada di Kelurahan Nenang. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 67 orang, dengan jumlah sampel 32 ibu yang memiliki anak usia 1-5 tahun yang tinggal di Kelurahan Nenang. Teknik pengambilan sampel dengan non probability sampling. Data didapatkan dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat. Data dianalisis menggunakan uji statistik chi square dengan tingkat signifikan (ɑ = 0,05). Hasil uji statistik menggunakan uji chi square menunjukkan tidak ada hubungan antara pendidikan ibu dengan status imunisasi lanjutan pada balita (p value = 0,055), dan ada hubungan antara pekerjaan (p value = 0,033), dukungan keluarga (p value = <0,001), dengan status imunisasi lanjutan pada balita di Kelurahan Nenang Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara. Berdasarkan hasil penelitian, dari tiga karakterisitik responden hanya pekerjaan dan dukungan keluarga yang memiliki hubungan dengan status imunisasi lanjutan pada balita di Kelurahan Nenang Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara.
Downloads
References
[2] A. A. Putri and E. S. Futriani, “Hubungan Pengetahuan Orang Tua, Ketersediaan Sarana Fasilitas Kesehatan dan Peran Petugas Kesehatan Terhadap Prevalensi Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap,” Wellness Healthy Mag., vol. 4, no. 2, pp. 299–306, 2022, doi: https://doi.org/10.30604/well.254422022.
[3] D. Fitriani, M. Fahriani, T. N. Herdiani, R. M. Sari, D. A. Ningsih, and S. Yulidar, “Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian Imunisasi Lanjutan Campak Rubella Pada Balita Usia 18 Bulan Sampai 2 Tahun,” Ahmar Metastasis Health J., vol. 1, no. 1, pp. 1–10, 2021, doi: https://doi.org/10.53770/amhj.v1i1.1.
[4] Kemenkes, “Health Information Systems. In B. Hardhana, F. Sibuea, & W. Widiantini (Ed.),” Kementeri. Kesehat. RI, 2021.
[5] Dinkes PPU, “Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap.” Dinkes Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), 2020.
[6] N. Haryanti, “Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian Imunisasi Pentabio Booster Pada Baduta Di Wilayah Kerja Puskesmas Kacang Pedang Kota Pangkal Pinang,” Smart Ankes, vol. 4, no. 1, pp. 1–9, 2020.
[7] F. Safitri and F. Andika, “Determinan Kelengkapan Imunisasi Lanjutan pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Leupung Kabupaten Aceh Besar,” J. Healthc. Technol. Med., vol. 6, no. 2, pp. 967–980, 2020, doi: https://doi.org/10.33143/jhtm.v6i2.1083.
[8] H. Retnawati, S. Rohani, S. D. Nugerahaeni, and E. T. Wulandari, “Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Imunisasi Lanjutan Di Desa Sidoharjo Puskesmas Pringsewu,” J. Ilm. Kesehat., vol. 10, no. 1, p. 2021, doi: https://doi.org/10.52657/jik.v10i1.1311.
[9] M. Ulfah and M. Sutarno, “Hubungan Pendidika Dan Pekerjaan Ibu Dengan Kelengkapan Imunisasi Dasar Lanjutan Anak Di Desa Tobat Balaraja Tangerang Tahun 2022,” J. Ners, vol. 7, no. 1, pp. 170–174, 2023.
[10] A. La, “Pendidikan keluarga dalam perpekstif islam,” J. Pendidik. Ar-Rashid, vol. 7, no. 1, pp. 1–9, 2022.
[11] E. Y. Nasution and W. W. Tanjung, “Pengaruh Karakteristik Ibu Balita, Faktor Pemudah Dan Penguat Terhadap Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi Di Wilayah Kerja Puskesmas Pijorkoling Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara,” J. Ilm. Pannmed Pharmacyst Anal. Nurse Nutr. Midwivery Environ. Dent. Hyg., vol. 16, no. 3, 2021.
[12] M. Hastuty, “Hubungan Pengetahuan dan Pekerjaan Ibu dengan Kelengkapan Imunisasi Dasar Balita di Posyandu Desa Kasang Wilayah Kerja UPTD Kesehatan Lubuk Jambi Kecamatan Kuantan Mudik Tahun 2019,” J. Doppler, vol. 4, no. 1, pp. 10–17, 2020.
[13] E. D. Harahap, “Faktor yang memengaruhi perilaku ibu terhadap pemberian imunisasi dasar pada bayi di desa Situmbaga kecamatan Halongonan Timur kabupaten Padang Lawas Utara,” Inst. Kesehat. Helvetia, 2019.
[14] P. D. Igiany, “Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kelengkapan Imunisasi Dasar,” J. Ilmu Kesehat. Masy. Berk., vol. 2, no. 1, pp. 67–75, 2020.
[15] R. Kombong and T. Pangandaheng, Dukungan Keluarga terhadap Perawat Covid-19. NEM, 2023.
