UJI SENSITIVITAS MIKROBA TERHADAP ANTIBIOTIK DENGAN METODE SUMURAN
DOI:
https://doi.org/10.31102/attamru.2025.6.2.55-65Keywords:
Sensivitas Antibiotik, Difusi Sumuran, Zona Hambat, Amoxicillin, KanamycinAbstract
Antibiotik merupakan senyawa kimia yang digunakan untuk menghambat atau membunuh pertumbuhan mikroorganisme patogen, khususnya bakteri. Penelitian ini bertujuan menguji sensitivitas mikroba terhadap antibiotik amoksisilin dan kanamisin menggunakan metode difusi sumuran. Penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium dengan pendekatan kuantitatif. Mikroba diinokulasikan ke dalam media nutrisi agar, lalu diberikan perlakuan amoksisilin, kanamisin, serta aquades steril sebagai kontrol. Setelah inkubasi 24 jam pada suhu 37°C, diamati dan diukur zona hambat yang terbentuk. Hasil menunjukkan bahwa kanamisin menghasilkan zona hambat terbesar (33,2 mm), diikuti amoksisilin (20,2–23,3 mm). Zona hambat pada kontrol aquades (33,7 mm) diduga akibat kontaminasi atau kesalahan teknis. Simpulan dari penelitian ini adalah kanamisin memiliki aktivitas antibakteri lebih tinggi dibandingkan amoksisilin. Metode sumuran efektif digunakan untuk uji sensitivitas antibiotik, namun kontrol eksperimen dan prosedur aseptik harus diperhatikan dengan ketat untuk menghindari hasil yang salah.
