Optimasi Model CNN untuk Klasifikasi Diabetic Retinopathy pada Citra Fundus
DOI:
https://doi.org/10.31102/jatim.v7i2.4082Keywords:
Convolutional Neural Network (CNN), Deep Learning, Diabetic Retinopathy, Optimasi, Fundus ImageAbstract
ABSTRAKKebutaan akibat diabetes melitus sering kali dipicu oleh komplikasi Diabetic Retinopathy (DR). Pemeriksaan mata secara konvensional kerap terkendala oleh keterbatasan jumlah tenaga spesialis dan waktu proses yang panjang. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengoptimalkan kinerja Convolutional Neural Network (CNN) berarsitektur DenseNet-121 dalam mengklasifikasikan lima level keparahan DR. Metodologi penelitian mengacu pada kerangka kerja CRISP-DM, memanfaatkan 2.930 citra fundus retina dari dataset APTOS 2019. Pembagian data diproses menggunakan teknik stratified split dengan rasio 80% pelatihan, 10% validasi, dan 10% pengujian. Tahap optimasi mencakup modifikasi arsitektur akhir melalui implementasi Sequential Deep Classifier dan penambahan Dropout 30% guna mencegah overfitting. Selain itu, tantangan ketidakseimbangan data (class imbalance) ditangani secara efektif dengan mengaplikasikan metode Focal Loss serta Class Weights. Evaluasi sistem melibatkan delapan skenario pengujian dengan ragam variasi batch size (16, 32) dan epoch (50, 100) untuk membandingkan versi baseline dengan model optimasi, sekaligus memanfaatkan teknik Grad-CAM sebagai visualisasi area keputusan. Hasil eksperimen mencatatkan bahwa model yang dioptimasi mengalami peningkatan generalisasi yang signifikan, di mana tingkat akurasi tertinggi mencapai 87% pada parameter batch size 32 dan 100 epoch. Penerapan Focal Loss juga terbukti ampuh mendongkrak metrik recall pada kategori kelas minoritas. Model terbaik kemudian diintegrasikan ke dalam aplikasi web interaktif berbasis Shiny. Kesimpulannya, pengembangan model klasifikasi ini berpotensi besar menjadi alat bantu diagnostik yang efektif dalam menunjang efisiensi skrining klinis.
Downloads
References
[1] “International Diabetes Federation,” 2025.
[2] V. Ardelia et al., “Perbandingan Algoritma Canny Edge Detection Dan Prewitt Pada Deteksi Stadium Diabetik Retinopati INFORMASI ARTIKEL ABSTRACT,” 2021.
[3] M. A. Ardyansyah and Gunawansyah, “Sistem Deteksi Level Diabetic Retinopathy Melalui Citra Fundus Mata dengan Menggunakan Metode CNN (Convolutional Neural Network),” G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan, vol. 7, no. 4, pp. 1673–1682, Oct. 2023, doi: 10.33379/gtech.v7i4.3332.
[4] K. Alifian Hernanda Wibowo, “Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Klasifikasi Diabetic Retinopathy Menggunakan CNN dengan Arsitektur yang Dimodifikasi,” 2023. [Online]. Available: http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/JM
[5] F. H. Syahrul and P. S. Sasongko, “Penerapan Convolutional Neural Network Untuk Klasifikasi Tingkat Keparahan Retinopati Diabetik Pada Penderita Diabetes Melitus,” 2022.
[6] S. Vallukappully, I. van der Linde, and A. Chakraborty, “Early detection and classification of diabetic retinopathy by transfer learning of NASNet-large and ResNet-50 convolutional neural networks,” Inform. Med. Unlocked, vol. 58, Jan. 2025, doi: 10.1016/j.imu.2025.101688.
[7] V. Anand, D. Koundal, W. Y. Alghamdi, and B. M. Alsharbi, “Smart grading of diabetic retinopathy: an intelligent recommendation-based fine-tuned EfficientNetB0 framework,” Front. Artif. Intell., vol. 7, 2024, doi: 10.3389/frai.2024.1396160.
[8] G. Alwakid, W. Gouda, M. Humayun, and N. Z. Jhanjhi, “Deep learning-enhanced diabetic retinopathy image classification,” Digit. Health, vol. 9, Jan. 2023, doi: 10.1177/20552076231194942.
[9] A. M. Moustari, Y. Brik, B. Attallah, and R. Bouaouina, “Two-stage deep learning classification for diabetic retinopathy using gradient weighted class activation mapping,” Automatika, vol. 65, no. 3, pp. 1284–1299, 2024, doi: 10.1080/00051144.2024.2363692.
[10] H. Shakibania, S. Raoufi, B. Pourafkham, H. Khotanlou, and M. Mansoorizadeh, “Dual Branch Deep Learning Network for Detection and Stage Grading of Diabetic Retinopathy,” Mar. 2024, doi: 10.1016/j.bspc.2024.106168.
[11] V. S. Sravya, P. N. Srinivasu, J. Shafi, W. Hołubowski, and A. Zielonka, “Advanced Diabetic Retinopathy Detection with the R-CNN: A Unified Visual Health Solution,” International Journal of Applied Mathematics and Computer Science, vol. 34, no. 4, pp. 661–678, Sep. 2024, doi: 10.61822/amcs-2024-0044.
[12] S. A. Karthik, M. N. Geetha, K. Prabhavathi, D. Shashank, K. P. Suhaas, and M. Narender, “Early Detection and Severity Classification of Diabetic Retinopathy Using Convolutional Neural Networks,” SN Comput. Sci., vol. 6, no. 7, Oct. 2025, doi: 10.1007/s42979-025-04361-y.
[13] F. Ahmed, “HOG-CNN: Integrating Histogram of Oriented Gradients with Convolutional Neural Networks for Retinal Image Classification,” Jul. 2025, [Online]. Available: http://arxiv.org/abs/2507.22274
[14] B. C. Anupama, S. N. Rao, M. B. Malini, and V. V. Athreya, “Comparative analysis of novel preprocessing techniques and deep learning based multi modal feature fusion for diabetic retinopathy grading,” Sci. Rep., vol. 16, no. 1, Dec. 2026, doi: 10.1038/s41598-025-31339-w.
[15] M. I. Zulfa, A. S. Aryanto, B. A. Wijonarko, and W. A. Ahmed, “Addressing Overfitting in Dermatological Image Analysis with Bayesian Convolutional Neural Network,” Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Komputer dan Informatika, vol. 10, no. 2, pp. 463–475, Jul. 2024, doi: 10.26555/jiteki.v10i2.29177.
[16] M. A. Hasanah, S. Soim, and A. S. Handayani, “Implementasi CRISP-DM Model Menggunakan Metode Decision Tree dengan Algoritma CART untuk Prediksi Curah Hujan Berpotensi Banjir,” 2021. [Online]. Available: http://jurnal.polibatam.ac.id/index.php/JAIC
