Penguatan Kapasitas Masyarakat Desa Karyawangi melalui Lokakarya dan Aplikasi Nyaba dalam Pengembangan Desa Wisata
DOI:
https://doi.org/10.31102/darmabakti.2026.7.1.78-86Keywords:
desa wisata, partisipasi Masyarakat, aplikasi NyabaAbstract
Sumber daya alam dan manusia yang dimiliki Desa Karyawangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, merupakan modal utama untuk mengembangkan desa wisata. Objek wisata yang menarik di desa Karyawangi berupa hamparan perkebunan teh peninggalan era kolonial dan Kawah Upas Gunung Tangkuban Parahu. Tingginya kunjungan pada akhir pekan ke dua lokasi tersebut menunjukkan peluang nyata untuk pengembangan desa wisata. Namun, permasalahan utama yang dihadapi adalah belum optimalnya kemampuan masyarakat Karyawangi dalam mengembangkan dan mengelola potensi ini. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat yang mencakup lokakarya pengembangan desa wisata berbasis masyarakat dan pengembangan platform Website Nyaba. Kedua kegiatan ini menggunakan metode Participatory Learning and Action (PLA). Hasil yang dicapai adalah pemetaan potensi wisata dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengelola aplikasi Nyaba sebagai media promosi
Downloads
References
Dadan Darmawan, Trian Pamungkas Alamsyah, I. R. (2020). Participatory Learning And Action (Pla) Pada Kelompok Keluarga Harapan Di Kota Serang. 3(1), 570–579. https://doi.org/1015294/pls.v4i2.41400
Hariyani, Y. S., Putri, H., & Oktaviani, K. (2025). Pengembangan Website Desa untuk Promosi Wisata Desa Patengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 5(2), 245–254. https://doi.org/10.52436/1.jpmi.3298
Iskandar, A. D. (2024). Pengembangan Media Promosi Wisata di Desa Karyawangi. 7, 3816–3826. https://doi.org/10.33024/jkpm.v7i9.15265
Itah Masitah. (2019). Pengembangan Desa Wisata Oleh Pemerintah Desa Babakan Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran. Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara, 6(3), 45.
Jaafar, M., Noor, S., Mohamad, D., & Jalali, A. (2020). Motivational factors impacting rural community participation in community-based tourism enterprise in Lenggong Valley , Malaysia. 1665. https://doi.org/10.1080/10941665.2020.1769696
Muktiawan, A. A., & Anwarudin, K. (2025). Pembuatan website pariwisata Batu Lawang berbasis Blogger di Desa Cupang. Jurnal Kegiatan Pengabdian Masyarakat STEBIS IGM, 3(1), 67–72. https://doi.org/10.36908/jkpm
Nugraha, Y. M., Azlin, N., & Hamidon, B. (2018). Perancangan Logo dan Media PromosiI Pariwisata Islami Di Pulau Penyengat Menggunakan Teknik Fotografi Landscape Sebagai Uaya Menigkatkan Brand Awareness. 93–98. https://doi.org/10.25105/pakar.v0i0.2705
Setiawan, A., Wulandari, W., Munawaroh, S., Jenderal, U., Yani, A., Terusan, J., Sudirman, J., Barat, J., & Cimahi, K. (2024). Kapasitas pemerintah desa dalam pengembangan desa wisata di desa cimanggu kecamatan ngamprah kabupaten bandung barat. 7(1), 15–27. https://doi.org/doi.org/10.36859/jap.v7i1.1814
Silmi, A. F. (2017). PARTICIPATORY LEARNING AND ACTION (PLA) DI DESA TERPENCIL: Peran LSM PROVISI Yogyakarta dalam Pemberdayaan Masyarakat di Lubuk Bintialo, Sumatra Selatan. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran Dan Dakwah Pembangunan, 1(1), 97. https://doi.org/10.14421/jpm.2017.011-05
Sugiarti, Rara; Aliyah, Istijabatul; Aliyah, Yudana, G. (2016). PENGEMBANGAN POTENSI DESA WISATA DI KABUPATEN NGAWI Rara Sugiarti 1 , Istijabatul Aliyah 2 , Galing Yudana 2. Cakra Wisata.






















