Optimalisasi Gulma Rawa Lebak Menjadi Pupuk Pelet Pada Kelompok Tani Mayang Sari Desa Teluk Sinar, Hulu Sungai Utara

Authors

  • Bambang J. Priatmadi Universitas Lambung Mangkurat
  • Ronny Mulyawan Agroekoteknologi, Universitas Lambung Mangkurat
  • Hikma Ellya Universitas Lambung Mangkurat
  • Nurlaila Universitas Lambung Mangkurat
  • Nukhak Nufitas Sari Universitas Lambung Mangkurat
  • Rila Rahma Aprinai Universitas Lambung Mangkurat
  • Bhakti Is Muhaijaroh Universitas Lambung Mangkurat
  • Andin M. Abduh Universitas Lambung Mangkurat

Keywords:

Eceng Gondok, Kayu Apu, Kiambang, Kumpay Jablay, Pupuk

Abstract

Desa Teluk Sinar merupakan wilayah pesisir sungai Negara yang memiliki luas 2,14 km² dan berhubungan langsung dengan polder Alabio. Petani di wilayah rawa lebak telah memanfaatkan pupuk hijau dari gulma air seperti eceng gondok, kayu apu, mimosa air, dan kiambang, khususnya pada musim kemarau untuk budidaya hortikultura. Namun, pemanfaatan pupuk hijau ini masih terbatas akibat ketersediaan gulma yang tidak stabil. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dalam pengolahan pupuk agar lebih praktis dan tahan lama, salah satunya melalui pembuatan pupuk organik dalam bentuk pelet. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan gulma air menjadi pupuk organik pelet dengan metode active practice. Proses pelatihan meliputi pengumpulan bahan, pencacahan, pengeringan, penepungan, hingga pencetakan pelet. Evaluasi dilakukan melalui survei kepuasan dan tingkat pemahaman petani setelah pelatihan. Hasil menunjukkan bahwa tingkat ketertarikan petani mencapai 93% dengan pemahaman lebih dari 90%. Selain itu, tingkat kepuasan terhadap kebermanfaatan dan kegunaan pelatihan masing-masing mencapai 96% dan 95%. Kegiatan ini dinilai sebagai teknologi tepat guna yang mampu meningkatkan keterampilan petani dalam mengolah bahan lokal menjadi pupuk organik yang lebih efisien dan bernilai tambah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

BPS Kabupaten Hulu Sungai Utara. (2021). Kabupaten Hulu Sungai Utara dalam Angka 2021. Amuntai: Badan Pusat Statistika Kabupaten Hulu Sungai Utara.
BPS Kecamatan Sungai Pandan. (2021). Kecamatan Sungai Pandan dalam Angka 2021. Amuntai: Badan Pusat Statistika Kecamatan Sungai Pandan.
Elwin, M. Lutfi dan Y. Hendrawan. 2014. Analisis Pengaruh Waktu Pretreatment dan Konsentrasi NaOH terhadap Kandungan Selulosa, Lignin dan Hemiselulosa Eceng Gondok pada Proses Pretreatment Pembuatan Bioetanol. Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem. 2 (2), 110-116.
Kawuryan, S.H.E. (2012). Kajian pertumbuhan Salvinia molesta pada intensitas cahaya yang berbeda. Agrivet. 18, 1-8.
Maulida, D.T., N. Widyorini, dan P. W. Purnomo. (2015). Pengaruh Dekomposisi Bahan Organik Eceng Gondok (Eichhornia crassipes (Mart) Solms, 1824) Terhadap Nitrat (NO3) dan Total Bakteri Pada Skala Laboratorium Diponegoro Journal Of Maquares Management Of Aquatic Resources. 4 (3), 11-19.
Moeksin, R., L. Comeriorensi, dan R. Damayanti. (2016). Pembuatan Bioetanol dari Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) dengan Perlakuan Fermentasi. Jurnal Teknik Kimia. 22 (1), 9-17.
Putri, F. P., Sebayang, H. T., & Sumarni, T. (2013). Pengaruh Pupuk N,P,K Azolla (Azolla pinnata) dan Kayu Apu (Pistia stratiotes) Pada Pertumbuhan dan Hasil Padi Sawah (Oryza sativa). Jurnal Produksi Tanaman. 1(3), 9–20.
Santari, P.T., A. Hartono, Suwarno. (2019). Pengaruh Pemberian Pelet dari Lumpur Kolam Ikan dan Kotoran Kambing pada Pertumbuhan dan Produksi Jagung Manis. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia. 24 (1): 41-47.

Downloads

Published

2026-04-10

How to Cite

Bambang J. Priatmadi, Mulyawan, R., Hikma Ellya, Nurlaila, Nukhak Nufitas Sari, Rila Rahma Aprinai, … Andin M. Abduh. (2026). Optimalisasi Gulma Rawa Lebak Menjadi Pupuk Pelet Pada Kelompok Tani Mayang Sari Desa Teluk Sinar, Hulu Sungai Utara. Darmabakti : Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat, 7(1), 87–91. Retrieved from https://journal.uim.ac.id/index.php/darmabakti/article/view/3121