Pemberdayaan Kelompok Sadar Wisata dan Konservasi Sumber Mata Air Desa Bendolo Kabupaten Nganjuk Sebagai Upaya Pengembangan Clean Water and Sanitation
DOI:
https://doi.org/10.31102/darmabakti.2025.6.01.190-198Keywords:
Desa Wisata, Sadar Wisata, Konservasi, Mata Air, NganjukAbstract
Desa Bendolo merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Sawahan Kabupaten Nganjuk dengan potensi sumber daya air yang melimpah. Potensi yang dimiliki oleh Desa Bendolo kurang dapat diimbangi oleh peran aktif masyarakat dalam memanfaatkan kawasan potensial tersebut. Program SWASITA merupakan program yang dibentuk guna memberdayakan kelompok sadar wisata yang berfokus pada pengembangan potensi sumber mata air sebagai kawasan konservasi sekaligus wisata yang menarik. Program SWASITA telah dijalankan oleh kelompok sadar wisata Desa Bendolo yang mana anggota dari kelompok tersebut merupakan karang taruna dan masyarakat Desa Bendolo. Melalui Program SWASITA yang telah dijalankan, kelompok sadar wisata berhasil memetakan 6 sumber mata air dikawasan Desa Bendolo, melakukan rehabilitasi lahan melalui penanaman pohon, serta pelatihan pemetaan sebagai penerapan aplikasi teknologi kepada kelompok sadar wisata. Terdapat buku panduan mitra sebagai media keberlanjutan program.
Downloads
References
Aulia, A., Wardani, L. E., Prayitno, G., Adrianto, D. W., Oktania S.A., Yudhistira, T., Putri, D. M. K., (2022). Pendampingan focus group discussion pemetaan potensi desa bangelan, kabupaten malang. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Teknik Mengabdi, 1(1), 1–8. Doi: https://doi.org/10.21776/ub.tekad.2022.01.1.1
Badan Geologi. Panduan Teknis Pengelolaan Air Tanah. (2007). Bandung
Badan Pusat Statistik Kabupaten Nganjuk. (2020). Kecamatan Sawahan dalam angka 2020. BPS Kabupaten Nganjuk. Nganjuk
Budi Leksono, E. (2020). Peningkatan Fasilitas Desa Dengan Pemasangan Papan Nama Rt Dan Perangkat Desa Wotansari. DedikasiMU: Journal of Community Service, 2(1), 174. Doi: https://doi.org/10.30587/dedikasimu.v2i1.1201
Falah, H. (2018). Analisis kesesuaian lahan menggunakan sistem informasi geografis (sig) untuk lokasi penggemukan sapi di Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi sebagai upaya swasembada daging sapi. Risenologi, 3(1), 18-26.
Gautama, B. P., Yuliawati, A. K., Nurhayati, N. S., Fitriyani, E., & Pratiwi, I. I. (2020). Pengembangan desa wisata melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat. BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(4), 355-369. Doi: https://doi.org/10.31949/jb.v1i4.414
Khairi, N., Lubis, M. R., Darmawan, R., Hattori, E. A., Simamora, N., Wijaya, P., ... & Siregar, R. N. (2023). Pendampingan kelompok sadar wisata desa wisata pondok naga dalam penyusunan kelompok kerja. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(5), 9741-9747.
M, M. R., Tempel, P., Visual, M., Visual, K., & Info, A. (2021). Pemanfaatan media poster tempel untuk komunikasi. 15(01).
Ngaderman, T., Rumabar, A., Mini, M., & Zebua, M. (2023). Sosialisasi dan pendampingan pengolahan air tanah berbasis konservasi daerah doyo baru. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(24), 953-961. Doi: https://doi.org/10.5281/zenodo.10447911
Nur Rochman, J. P. G. ., Abdulah, F. ., Putra, A. M., Priyambodo, I. A. ., & Haidar, M. . (2022). Pemetaan Potensi Airtanah Menggunakan Geolistrik di Daerah Pasca Gempa Studi Kasus Desa Wirotaman, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. Sewagati, 6(3), 333–350. https://doi.org/10.12962/j26139960.v6i3.186
Rachmanto, E. A. W., dan Aliyah, I. (2018). Pariwisata di daerah pegunungan: pengembangan ekowisata pada kawasan lindung berdasarkan kemampuan lahan. Cakra Wisata, 19(1).
Sholikhah, I. (2016). Studi Tentang Daerah Imbuhan di Cekungan Air Tanah dengan Metode Penginderaan Jauh Menggunakan Citra Satelit Landsat dan Sistem Informasi Geografis (SIG)(Studi Kasus: Kabupaten Pasuruan). Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
