Pendampingan Masyarakat Di Desa Panditan Dalam Memanfaatkan Kotoran Sapi Menjadi Pupuk Bokashi
DOI:
https://doi.org/10.31102/darmabakti.2023.4.1.11-16Keywords:
Bokashi, Limbah Peternakan SapiAbstract
Usaha Peternakan sapi di Kabupaten Pasuruan semakin pesat perkembangannya, salah satunya di desa panditan. Limbah peternakan merupakan produk dari usaha peternakan, yang keberadaannya tidak dikehendaki sehingga harus dibuang. Limbah peternakan terdiri dari banyak jenis sesuai ternak yang menghasilkannya. Usaha budidaya ternak (sapi) menghasilkan limbah berupa kotoran ternak (feces, urine), sisa pakan ternak seperti potongan rumput, jerami, dedaunan, dedak, konsentrat dan sejenisnya. Setiap harinya, seekor sapi menghasilkan kotoran 10-15 kg. Permasalahan dari kurangnya pemanfaatan limbah kotoran sapi dapat dilihat dari banyaknya limbah yang hanya dibuang ke sungai, dibakar, atau di biarkan menggunung. Dari permasalahan tersebut dilakukan pengolahan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik bokashi. Selain dapat meminimalisir dampak akibat limbah kotoran sapi, pupuk organik bokashi menjadikan nilai tambah karena memiliki nilai ekonomis serta mendukung kegiatan pertanian untuk mengembalikan kesuburan lahan di desa Panditan. Berangkat dari rasa keperdulian dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat maka team dosen Program Studi Teknologi Hasil Petanian ITSNU Pasuruan mengadakan program pembinaan dan pelatihan pembuatan pupuk bokashi. Metode pengabdian yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode ceramah dan praktek pembuatan pupuk bokashi. Hasil dari program ini adalah animo yang ditunjukkan oleh masyarakat pada saat kegiatan pembinaan berlangsung memperlihatkan ketertarikan yang tinggi terhadap kegiatan pembuatan pupuk bokashi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di desa Panditan.
Downloads
References
[2] Dianagari, R., & Anggraini, I. N. (2019). Sosialisasi Pembuatan Pupuk Organik (Bokashi) Dari Kotoran Hewan Ternak Desa Picisan Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung. Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 38.
https://doi.org/ 10.32503/cendekia.v1i1.467
[3] Dwi S.D., Rubai W.,B., wijayanti Y.2014. Pengolahan Limbah Peternakan Sapi Untuk Meningkatkan Kapasitas Produksi Pada Kelompok Ternak Patra Sutera. Rekayasa 12(2):91-98. https://doi.org/10.15294/rekayasa.v12i2.10124
[4] Farid, 2020. Pendampingan Pengelolaan Limbah Kotoran Sapi Menjadi Pupuk Organik Kepada Peternak Sapi Di Desa Pandanarum Kecamatan Tempeh Lumajang. Khidmatuna : Jurnal Pengabdian Masyarakat. 1 (1) : 59-74.
https://doi.org/10.54471/khidmatuna.v1i1.998
[5] Fitriany E., A., Abidin Z. 2020. Pengaruh Pupuk Bokashi Terhadap Pertumbuhan Mentimun (cucumis satiuus L.) di Desa Sukawening, Kabupaten Bogor Jawa Barat. Jurnal pusat Inovasi Masyarakat. 2 (5):881-886
[6] Iswahyudi. Izzah A., Nisak A. 2020. Studi Penggunaan Pupuk Bokashi (Kotoran Sapi) Terhadap Tanaman Padi, Jagung, dan Sorgum. Cemara. 17 (1) :14-20.
https://doi.org/10.24929/fp.v17i1.1040
[7] Jinsheng, H., Rulin, X., Yang, Z., Liuqian, Z., Hulping, O., Xiaohui, Z., & Hongwei, T. (2017). Effects Of Long-Term Fertilization On Fertility Of Lateritic Red Loam Paddy. Agricultural Science & Technology, 18(8), 1437–1442
[8] Nasir. (2022, March 22)2008. Pengaruh Penggunaan Pupuk Bokashi Pada Pertumbuhan Dan Produksi Padi Palawija Dan Sayuran. Website http://www.dispertanak.pandeglang.-go.id/.
[9] Pranata, A. S. 2007. Pupuk Organik Cair. Agromedia Pustaka. Jakarta
[10] Saputra L. 2017. Pengaruh Limbah Perternakan Sapi Terhadap Kualitas Air Tanah untuk Kebutuhan Air Minum (studi kasus di Desa Singosari Kecamatan Mojosongo Kabupaten Boyolali tahun 2017). Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Surakarta.
[11] Shanti, R., & Nirmala, R. (2018). Respon Tiga Varietas Ubi Kayu (Manihot esculenta. L) Terhadap Pemupukan di Kutai Timur. Jurnal Pertanian Terpadu, 6(1), 46–58. https://doi.org/10.36084/jpt..v6i1.142
[12] Siregar, I. H., Dermiyatidan A. Niswati. 2007. Perubahan Populasi Mikroor-ganisme Tanah Akibat Pemberian Bokashi Berkelanjutan pada SistemPertanian Organik di Kecamatan Pagelaran Kabupaten Tanggamus. Jurnal Tanah Trop. 14(2) : 143-148
[13] Wang, H., Xu, J., Sheng, L., & Liu, X. (2018). Effect of addition of biogas slurry for anaerobic fermentation of deer manure on biogas production. Energy, 165, 411–418. https://doi.org/10.1016/j.energy.2018.09.196
[14] Yulia Dewi E.,M.,N.,Setiyo Y. Nada M., I. 2017. Pengaruh Bahan Tambahan Pada Kualitas Kompos Kotoran Sapi. Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian). 5 (1):76-82.
https://ojs.unud.ac.id/index.php/beta/ar cle/view/25566
[15] Zuroida R.,Azizah R. 2018. Sanitasi Kandang dan Keluhan Kesehatan pada Peternak Sapi Perah di Desa Murukan Kabupaten Jombang. Jurnal Kesehatan Lingkungan. 10 (4) :434-440.
