Analisis timbal, kadmium dan formaldehid pada ikan asin petek (leiognathus equulus) dan ikan asin kembung (rastrelliger kanagurta) di Pulau Cangkir Kronjo

Authors

  • La Ode Akbar Rasydy Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah tangerang
  • Zenith Putri Dewianti Putri Dewianti Dewianti 1Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Tangerang
  • Tatu Nihayatus Sholehah Sholehah Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Tangerang
  • Ach. Faruk Alrosyidi Faruk Alrosyidi Alrosyidi Universitas Islam Madura

DOI:

https://doi.org/10.31102/attamru.v2i1.1244

Keywords:

Timbal, Kadmium, Formaldehid, Ikan asin petek, Ikan asin kembung

Abstract

Ikan asin merupakan produk hasil perikanan dengan bahan baku ikan segar yang mengalami pengawetan dan menjadi salah satu sumber protein hewani yang banyak dikonsumsi masyarakat seperti ikan asin Petek dan ikan asin Kembung. Mutu dari ikan asin dapat ditentukan dari cara penjual mengolahnya serta kondisi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar timbal, kadmium dan formaldehid pada ikan asin petek dan kembung di daerah Pulau Cangkir Kronjo, Banten, Indonesia.  Analisis timbal dan kadmium dilakukan dengan metode spektrofotometri serapan atom sedangkan analisis formaldehid  dilakukan dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukan ikan asin petek dan kembung  tidak mengandung logam timbal dan kadmium akan tetapi mengandung formaldehid, pada ikan asin petek 2.843,24 ± 71,9510 mg/Kg dan ikan kembung 865,96 ± 4,4479 mg/Kg. Dari pengujian tersebut baik pada ikan asin petek dan kembung tidak ada cemaran timbal dan cadmium karena dibawah nilai ambang batas maksimum sedangkan  kandungan formaldehidnya cukup tinggi dan berbahaya bagi kesehatan.

Published

2021-11-19

How to Cite

Rasydy, L. O. A., Dewianti, Z. P. D. P. D., Sholehah, T. N. S., & Alrosyidi, A. F. A. F. A. (2021). Analisis timbal, kadmium dan formaldehid pada ikan asin petek (leiognathus equulus) dan ikan asin kembung (rastrelliger kanagurta) di Pulau Cangkir Kronjo. Jurnal Ilmiah Farmasi Attamru (JIFA), 2(1), 16–19. https://doi.org/10.31102/attamru.v2i1.1244