ULAMA FENOMINAL DAN BERKHARISMATIK, SYAIKHONA KHOLIL BANGKALAN

  • Muhammad Kholil Gibran UIM

Abstract

Madura sebagai daerah dengan penganut Islam mayoritas dan tergolong fanatic. Keberadan orang Madura sebagai suku tidak dapat dipandang sebelah mata, mereka memandang Islam sangat special tidak hanya sekadar ajaran tentang kepatuhan kepada Allah dan Nabi Muhammad. Lebih dari itu, mereka menganggap Islam sebagai symbol harga diri. Jangan coba-coba menghina atau menistakan ajaran Islam di hadapan orang Madura, bisa-bisa celurit terbang menghampiri leher yang bersangkutan’. Tidak ada tawar-menawar dalam masalah harga diri bagi orang Madura, hal demikian berangkat dari motto hidup orang Madura, “lebbi begus pote tolang daripada pote mata” (lebih baik mati daripada menanggung malu). Begitulah bentuk fanatisme suku Madura dalam ber_Islam dengan ke-khas-an yang tidak dimiliki umat Islam dimanapun di seluruh dunia.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Metrics

Abstract view : 57 times
Published
2020-07-25
How to Cite
Gibran, M. (2020). ULAMA FENOMINAL DAN BERKHARISMATIK, SYAIKHONA KHOLIL BANGKALAN. Al-Ulum Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Ke Islaman, 7(2), 243-255. Retrieved from http://journal.uim.ac.id/index.php/alulum/article/view/839